RADAR BOGOR - Setelah lebih dari 10 tahun, Joko Anwar, sutradara Indonesia yang terkenal dengan film thriller dan horror, akhirnya mengumumkan niat untuk memproduksi film romance lagi.
Dikutip dari Instagram @habisnontonfilm, film baru bergenre romance ini diharapkan akan menghidupkan kembali karier Joko Anwar yang sudah mapan di industri film Tanah Air.
Joko Anwar menyatakan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum ada detail spesifik tentang plot, pemain, atau tanggal rilis.
Namun demikian, jelas bahwa sutradara ini sangat tertarik, terutama karena fakta bahwa ia telah lama menyatakan keinginan untuk kembali mempelajari genre romance.
Judul filmnya, “The Charms in Broken Things”, membuat banyak orang berspekulasi tentang tema yang akan diangkat.
"Charms" mungkin merupakan variasi yang merujuk pada daya tarik atau pesona dalam hal-hal yang rusak.
Ini menjanjikan cerita yang mendalam tentang cinta di tengah kekacauan, sebuah tema yang sering dibahas oleh Joko Anwar dalam karyanya.
Meskipun bergenre romance, poster sementara yang dibagikan Joko Anwar menunjukkan bahwa ada unsur thriller atau darah.
Ini bukan hal baru bagi sutradara ini, yang sering menggabungkan berbagai genre untuk membuat cerita yang lebih rumit.
Penggemar mungkin mengantisipasi kejutan yang tak terduga, seperti dalam film-film sebelumnya.
Sebelumnya, Joko Anwar telah membuat dua film yang memiliki elemen romance yang kuat. Pertama adalah "Janji Joni", yang dirilis pada tahun 2005 dan menceritakan tentang cinta dan persahabatan remaja.
Kemudian, pada 2015, ia merilis "A Copy of My Mind", yang menggabungkan elemen romance dengan misteri psikis.
Kedua film ini menunjukkan bagaimana Joko Anwar dapat dengan halus mengendalikan emosi manusia.
Setelah "A Copy of My Mind", Joko Anwar lebih banyak berkonsentrasi pada film horor dan thriller, seperti "Satan's Slaves" dan "Impetigore."
Kembalinya ke romance ini menandai jeda kreatif yang menarik di mana ia dapat melihat sisi lain dari cerita yang lebih pribadi.
Bagaimana ia akan mengadaptasi gaya penyutradaraannya ke dalam genre ini pasti akan menarik perhatian penonton dan kritikus.
Joko Anwar masih menemukan waktu untuk proyek ini di tengah jadwal produksinya yang padat.
Pengumuman tentang "The Charms in Broken Things" diumumkan secara tiba-tiba melalui media sosialnya, di mana ia membagikan poster dan beberapa teaser yang membuat fans senang.
Film ini akan diproduksi oleh Come and See Pictures, yang didirikan oleh Joko Anwar sendiri. Ini menarik karena rumah produksi tersebut sebelumnya lebih terkenal dengan film horor, akan membuat film romantis pertamanya.
Ini menunjukkan strategi diversifikasi untuk memperluas audiens dan mengeksplorasi genre. Informasi lebih lanjut tentang pemain, sinematografer, dan anggaran film ini tidak tersedia.
Namun, Joko Anwar mungkin akan menggandeng aktor-aktor terkenal Indonesia untuk membawa cerita ini ke dunia. Penggemar sudah mulai berdebat di media sosial tentang pemeran utama.
Komunitas film Indonesia sangat menyambutnya. Banyak orang melihat ini sebagai kesempatan untuk Joko Anwar menunjukkan kemampuan multigenrenya.
Beberapa penggemar yang setia mengatakan mereka sangat gembira karena film romantis sutradara favorit mereka akhirnya keluar.
"The Charms in Broken Things", Film ini dapat memuaskan penonton lama sekaligus menarik penonton baru dengan kombinasi romance dan elemen thriller yang khas Joko Anwar.
Baca Juga: Basreng Asal Indonesia Ditahan di Taiwan, Kok Bisa? TFDA Beberkan Biang Masalahnya
Tidak dapat dipungkiri bahwa Joko Anwar memiliki pengaruh besar dalam industri film Indonesia, dan proyek romance ini dapat menjadi inspirasi bagi sutradara muda untuk mencoba berbagai genre.
Ia dapat memanfaatkan pengalamannya untuk memasukkan elemen kreatif yang membuat film ini tidak hanya romantis tetapi juga relevan dengan masalah sosial kontemporer.
Para penggemar diharapkan tetap sabar menunggu informasi tambahan. Karena Joko Anwar sering memberikan teaser media sosial yang menarik, kemungkinan besar kita akan melihat lebih banyak bocoran dalam waktu dekat. (Mutia/BSI)
Editor : Yosep Awaludin