Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angkat Kisah Ketabahan Ibu dan Anak di Tengah Tragedi Jeju, Kim Hyang Gi Ungkap Tantangannya di Film Hanran

Yosep Awaludin • Jumat, 14 November 2025 | 10:20 WIB
Ilustrasi Film Hanran yang diperankan Kim Hyang-gi.
Ilustrasi Film Hanran yang diperankan Kim Hyang-gi.

RADAR BOGOR – Tantangan baru yang dihadapi aktris muda berusia 25 tahun, Kim Hyan Gi, melalui film terbarunya Hanran, akhirnya terungkap.

Pada 12 November, konferensi pers Film Hanran tersebut diselenggarakan di CGV Yongsan I’Park Mall, Yongsan-gu, Seoul, dengan dihadiri oleh sutradara Ha Myung-mi, Kim Hyang Gi, serta aktris cilik Kim Min-chae usai pemutaran film.

Dikutip dari Naver.Entertainment, Film Hanran, yang dijadwalkan tayang pada 26 November, menggambarkan kisah perjuangan hidup seorang ibu dan anak perempuan yang harus bertahan menyeberangi pegunungan dan lautan di Pulau Jeju pada 1948.

Judul Hanran sendiri merujuk pada bunga anggrek Gunung Hallasan yang tetap mekar meski dalam musim dingin, sebuah simbol keteguhan dan keindahan hidup yang tak mudah menyerah.

Melalui kisahnya, film ini menyoroti keteguhan dan kebesaran manusia dalam menghadapi penderitaan dan perjuangan bertahan hidup di tengah tragedi sejarah tersebut.

Dalam film ini, Kim Hyang-gi berperan sebagai Ajin, seorang haenyeo (penyelam perempuan Jeju) sekaligus ibu tangguh yang rela melakukan apa pun demi melindungi putrinya, Haesang, yang diperankan oleh Kim Min-chae.

Sutradara Ha Myung-mi menjelaskan latar belakang pembuatan film yang terinspirasi dari Insiden 3 April Jeju.

“Saya pindah ke Pulau Jeju pada 2013, dan setiap tahun, saya menghadiri Upacara Peringatan 3 April, tetapi saya merasa sedih dan patah hati karena kesedihan yang terus-menerus," katanya.

Sementara itu, Kim Hyang-gi berbagi pengalamannya selama proses syuting. “Kami syuting di Jeju sepanjang waktu, dan lingkungannya memberi saya kekuatan. Ada beberapa adegan yang sulit, tetapi saya rasa saya mampu menghayatinya dengan baik," tuturnya.

"Saya harus berbicara dengan dialek Jeju, tetapi saya memiliki tekad untuk melakukannya, jadi daripada merasa kesulitan, saya berpikir, 'Saya ingin melakukannya dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan alasan ketertarikannya pada proyek ini. “Saya menyukai naskahnya ketika saya menerimanya. Begitu saya menerimanya, saya membacanya dengan lancar dan merasa senang, jadi saya tahu saya benar-benar ingin melakukannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kim mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam memerankan Ajin adalah penggunaan dialek Jeju.

“Saya pikir akting dalam dialek Jeju adalah yang terpenting, jadi saya meminta sutradara untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu. Saya berlatih dialek Jeju melalui bimbingan pribadi,” katanya.

Sutradara Ha Myung-mi juga menekankan pentingnya akurasi bahasa daerah dalam film ini. Lima orang mengawasi dialek Jeju saja. Secara tidak resmi, sekitar sepuluh orang.

Sebagai penutup, Kim Hyang-gi menyampaikan kesan mendalamnya terhadap makna film ini. Ia merasakan ikatan kuat yang menghubungkan orang-orang Jeju satu sama lain.

Ia terkesan dengan tekad dan kekuatan mereka untuk mengatasi situasi sulit. Ia pikir itu terekspresikan dalam film kami.

Itulah mengapa ia menerima begitu banyak kata-kata baik dan dukungan ketika mereka menayangkannya di Jeju.

"Saya sangat berterima kasih. Hanran bukanlah film yang menggugah emosi. Film ini juga bukan film yang memaksakan pesan yang jelas. Saya harap orang-orang akan menontonnya apa adanya,” ungkapnya. (Yumna/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#film #aktris #Kim Hyang Gi