RADAR BOGOR - Kabar mengejutkan datang bagi para penggemar film horor Orphan yang kini sudah memasuki sequel ketiganya.
Di kutip dari Instagram @catatanfilm, film ketiga Orphan ini telah resmi memulai proses syuting.
Produksinya berlangsung di Hungaria, dan dikabarkan sudah mengambil klapper pertama sebagai tanda mulainya pengambilan gambar.
Sutradara William Brent Bell kembali memegang kendali film ini, sama seperti pada film sebelumnya Orphan : First Kill (2022).
Konfirmasi resmi awal tentang pengembangan Orphan 3 sendiri diumumkan pada November 2024, ketika Lionsgate memberikan lampu hijau untuk produksi.
Perusahaan produser menyatakan optimisme bahwa instalmen ketiga akan menjadi bab yang menakutkan dan sangat menarik dalam Orphan.
Salah satu kabar paling dinanti adalah kembalinya Isabelle Fuhrman sebagai Esther/Leena Klammer.
Karakternya, yang identik dengan sosok anak kecil dengan jiwa dewasa, menjadi jantung dari cerita horor ini
Isabelle Fuhrman sendiri pernah menyatakan bahwa naskah Orphan 3 terasa lebih liar dan gila dibanding film-film sebelumnya, sesuatu yang menurutnya sangat menarik.
Dia juga mengungkapkan bahwa antusiasme penggemar film horor ini memberinya semangat besar untuk kembali ke peran tersebut.
Sejarah dari Film Orphan pertama dirilis pada 2009 dan kemudian mendapat prekuel pada 2022 dengan Orphan: First Kill.
Waralaba ini dikenal karena plot twist yang mengejutkan, dan karakter Esther seorang wanita dewasa dengan kelainan hormonal yang membuatnya tampak seperti anak kecil
Film pertama Orphan sukses besar, dengan pendapatan sekitar USD 78,7 juta dari anggaran sekitar USD 20 juta.
Mengenai tanggal rilis film Orphan 3, belum ada konfirmasi resmi. Namun, beberapa informasi yang menyebutkan bahwa film tersebut ditargetkan tayang di bioskop pada akhir 2026.
Bagi penggemar Orphan, produksi Orphan 3 menandai babak baru dalam saga Esther. Setelah berkali-kali mengejutkan penonton dengan identitas dan niat tersembunyinya.
Ini bisa jadi kesempatan untuk mengeksplor lebih dalam siapa sebenarnya Leena Klammer dan seberapa jauh ia bisa menyembunyikan masa lalunya. (Alya/BSI)
Editor : Yosep Awaludin