Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Debut Horor di Korea Selatan, Saskia Chadwick Ungkap Tantangan Terberat pada Film Horor Tolong Saya! Dowajuseyo

Yosep Awaludin • Minggu, 18 Januari 2026 | 08:00 WIB
Aktris Saskia Chadwick dalam promosi film horor Tolong Saya! Dowajuseyo serta poster resmi film.
Aktris Saskia Chadwick dalam promosi film horor Tolong Saya! Dowajuseyo serta poster resmi film.

RADAR BOGOR - Film horor Tolong Saya! Dowajuseyo menjadi pengalaman penting bagi Saskia Chadwick dalam perjalanan karier aktingnya.

Tidak hanya menandai pendalaman Saskia Chadwick pada genre horor, film produksi Heart Pictures ini juga menghadirkan pengalaman berbeda karena proses syuting dilakukan di Korea Selatan. Film Tolong Saya! Dowajuseyo akan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026.

Bagi Saskia Chadwick, keterlibatannya dalam film ini terasa sangat istimewa. Ia memerankan Tania, mahasiswi Indonesia yang menjalani studi di Korea Selatan.

Saskia mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendapat tawaran memerankan tokoh tersebut.

“Aku suka banget sama musik dan budaya Korea. Jadi waktu ditawarin, rasanya kayak dream come true bisa syuting di negara impian,” ujarnya dalam video wawancara pada kanal YouTube @kompascomhype.

Adegan Kesurupan Jadi Ujian Mental

Di balik rasa bahagianya, Saskia dihadapkan pada tantangan besar saat memasuki proses syuting.

Meski publik telah melihatnya memerankan adegan serupa di beberapa film yang lebih dulu tayang, Tolong Saya! Dowajuseyo justru menjadi pengalaman pertama Saskia menjalani adegan kesurupan jika ditinjau dari kronologi proses syutingnya.

Kesulitan tersebut bertambah karena adegan kesurupan dilakukan menggunakan bahasa Korea, mengikuti latar cerita dan karakter arwah yang berasal dari budaya setempat.

Untuk menghadapinya, Saskia menjalani proses reading yang intens dan mendapatkan pendampingan dari acting coach hingga perlahan mampu menemukan ritme dan kedalaman emosi karakternya.

Bahasa Korea, Tantangan yang Menguras Energi

Syuting di Korea Selatan menuntut adaptasi ekstra bagi Saskia Chadwick, terutama dalam hal bahasa.

Meski telah lama mengikuti dan menggemari K-pop serta K-drama, ia menyadari bahwa berkomunikasi langsung di lokasi syuting jauh lebih menantang.

“Kalau nonton drama atau dengerin lagu itu beda sama harus ngobrol langsung. Cara ngomong, pelafalan, semuanya beda,” katanya.

Untuk mempersiapkan diri, Saskia Chadwick mengikuti workshop bahasa Korea selama dua hingga tiga minggu.

Ia juga kerap meminta bantuan lawan mainnya, Geba, aktor asal Korea yang memerankan sosok dokter dalam film tersebut.

Menurutnya, proses belajar bahasa menjadi krusial, terutama saat membawakan adegan emosional.

“Apalagi pas adegan kesurupan, aku harus pakai bahasa Korea. Jadi sering make sure ke Kak Geba soal pelafalannya,” ungkapnya.

Menguat di Jalur Film Horor

Keterlibatan dalam Film Tolong Saya! Dowajuseyo semakin mengukuhkan posisi Saskia sebagai salah satu aktris muda yang konsisten pada genre horor.

Sebelumnya, ia telah membintangi sejumlah film seperti Petak Umpet (2024), Jalan Pulang (2025), Munkar (2025), Jailangkung: Sandekala (2022), serta serial Ular Tangga Darah. Deretan peran tersebut membuatnya kerap dijuluki sebagai the next ratu horor Indonesia.

Meski demikian, Saskia menegaskan bahwa baginya yang terpenting bukanlah label, melainkan pesan yang ingin disampaikan melalui film.

Saskia Chadwick berharap film ini tidak hanya dinikmati sebagai drama horor, tetapi juga mampu membuka kesadaran penonton tentang isu kekerasan terhadap perempuan yang menjadi salah satu isu penting dalam cerita. (Sarah/Unpad)

Editor : Yosep Awaludin
#film horor #korea selatan #saskia chadwick