Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Film 5 Centimeters Per Second Kembali ke Layar Lebar, Kisah Cinta Sunyi yang Tak Lekang oleh Waktu

Yosep Awaludin • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:40 WIB
Poster Film 5 Centimeters Per Second, kembali menyapa penonton di layar lebar setelah hampir 18 tahun.
Poster Film 5 Centimeters Per Second, kembali menyapa penonton di layar lebar setelah hampir 18 tahun.

RADAR BOGOR – Setelah hampir 18 tahun sejak pertama kali dirilis, film animasi Jepang 5 Centimeters Per Second kembali hadir dan siap mengajak penonton menyelami ulang kisah cinta yang sunyi, indah, sekaligus menyakitkan.

Film 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai ini kembali diputar di layar lebar, menghadirkan pengalaman emosional yang lebih mendalam bagi penonton lama maupun generasi baru.

Seperti dikutip dari akun Instagram @cinema.21, Film 5 Centimeters Per Second merupakan kisah tentang jarak, waktu, dan kenangan.

Penonton diajak kembali merasakan cerita Takaki dan Akari; dua anak yang saling mencintai, namun harus berhadapan dengan kenyataan bahwa jarak dan waktu perlahan mengikis kedekatan mereka.

Pemutaran ulang film ini di bioskop disebut menjadi momen nostalgia sekaligus refleksi bagi banyak orang.

Film ini tidak mengandalkan dialog yang berlebihan, melainkan kekuatan visual, suasana, dan keheningan.

Setiap adegan seakan menegaskan bahwa tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan. Sebaliknya, ada cinta yang tetap hidup dalam ingatan, meski tak pernah benar-benar terucapkan.

Sementara itu, akun Instagram @catatanfilm merangkum esensi cerita 5 Centimeters Per Second sebagai kisah tentang dua anak yang saling mencintai, namun perlahan rapuh ketika jarak mulai ikut campur.

Pada awalnya, segalanya terasa dekat; surat, janji, dan perasaan tumbuh tanpa hambatan. Namun seiring waktu, perpisahan menjadi tak terhindarkan, meninggalkan perasaan yang tak pernah tersampaikan.

Waktu dalam film ini digambarkan berjalan perlahan, namun dampaknya begitu besar. Cinta baru bermunculan, tetapi kenangan lama tak pernah sepenuhnya pergi.

Pada akhirnya, para tokohnya harus belajar melanjutkan hidup, membawa memori yang indah sekaligus menyakitkan. Kelopak bunga yang jatuh menjadi simbol perpisahan dan keharusan untuk melepaskan.

Dirilis pertama kali pada 2007, 5 Centimeters Per Second dikenal sebagai film yang sunyi, puitis, dan emosional. Kisah cintanya yang realistis membuat film ini tetap relevan lintas generasi.

Kembalinya film ini ke bioskop menjadi pengingat bahwa tidak semua cerita cinta tentang memiliki, sebagian tentang merelakan. (Fadhil/Polimedia)

Editor : Yosep Awaludin
#layar lebar #film animasi #5 Centimeters Per Second