RADAR BOGOR - Film keluarga kembali hadir menemani penonton Tanah Air menjelang libur Lebaran 2026. Kali ini lewat film Senin Harga Naik.
Film Senin Harga Naik ini merupakan produksi Starvision yang mengangkat kisah sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni hubungan orang tua dengan anak yang terjebak dalam perbedaan memaknai komunikasi satu sama lain.
Disutradarai oleh Dinna Jasanti, Film Senin Harga Naik ini menghadirkan cerita tentang keluarga, pembuktian diri.
Serta perjuangan memahami satu sama lain, hal yang kerap terasa sepele, tetapi menjadi sumber konflik yang paling sering terjadi di dalam keluarga.
Sinopsis Film Senin Harga Naik 2026
Senin Harga Naik berpusat pada sosok Mutia (Nadya Arina), seorang perempuan muda yang memilih untuk meninggalkan rumahnya setelah pertengkaran hebat dengan sang ibu, Retno (Meriam Bellina).
Mutia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu sukses secara mandiri, tanpa bergantung pada keluarganya.
Tiga tahun berlalu, karier Mutia di perusahaan properti justru membawanya kembali pada akar persoalan yang selama ini ia hindari.
Promosi jabatan yang ia incar tersandung proyek penggusuran Mercusuar, yakni toko roti legendaris milik Retno, sang ibu.
Tidak ada pilihan lain, Mutia pulang ke rumah. Bersama kakak dan adiknya, ia berusaha melunakkan hati sang ibu agar mau menjual Mercusuar.
Namun, di balik upaya tersebut, tersimpan luka lama, ego, dan bahasa kasih sayang yang tidak pernah benar-benar saling dipahami.
Film tentang Bahasa dan Perjuangan
Dalam konferensi pers yang cuplikannya dibagikan melalui Instagram Reels @filmseninharganaik, Nadya Arina mengungkapkan bahwa Senin Harga Naik bukan sekadar film keluarga biasa. Menurutnya, film ini berbicara tentang bahasa dalam hubungan orang tua dan anak.
“Bahasa di sini maksudnya cara kita berkomunikasi. Saat kita semakin dewasa, sering kali bahasa kita dengan orang tua justru semakin berbeda. Niat kita satu, tapi yang diterima orang tua bisa lain, dan sebaliknya,” ujar Nadya.
Ia menambahkan, konflik dalam keluarga Seojono di film ini berangkat dari perjuangan untuk menyatukan bahasa masing-masing, hingga akhirnya muncul kesadaran bahwa kesalahpahaman tersebut sejatinya lahir dari rasa sayang.
Kedekatan cerita dengan realitas juga dirasakan oleh para pemain. Dalam salah satu podcast, para cast menyebutkan bahwa film ini sangat relevan dengan kehidupan mereka sendiri.
Tema keluarga, pembuktian diri, serta pentingnya komunikasi dan kebersamaan menjadi cermin dari pengalaman banyak orang di dunia nyata.
Sementara itu, sutradara Dinna Jasanti mengungkapkan bahwa film ini memiliki sisi personal baginya. Toko roti Mercusuar yang menjadi latar utama cerita bukanlah sekadar fiksi.
Toko tersebut terinspirasi dari toko roti yang benar-benar ada dan telah berdiri cukup lama. Proses syuting pun dilakukan dengan menghadirkan set yang merepresentasikan kondisi asli toko roti tersebut, demi menjaga nuansa cerita tetap realistis.
Menariknya, kekuatan cerita film ini juga diperkuat oleh soundtrack yang tepat sasaran. Lagu Saat Kau Telah Mengerti dari Virgoun dipilih sebagai pengiring.
Menghadirkan sudut pandang orang tua kepada anaknya. Lirik dan emosinya seolah menjadi jembatan dari konflik yang tidak terucap di layar.
Inilah Daftar Pemain Film Senin Harga Naik 2026
Film Senin Harga Naik dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris Tanah Air dari berbagai usia, di antaranya:
- Nadya Arina sebagai Mutia
- Meriam Bellina sebagai Retno
- Andri Mashadi sebagai Amal
- Nayka Purnama sebagai Tasya
- Givina sebagai Taris
- Adaam Xavier sebagai Alviero
- Nungki Kusumastuti sebagai Ida
- Brandon Salim sebagai Nando
- Hamish Daud sebagai Ruli
- Arif Alfiansyah sebagai Karman
- Agi Resti sebagai Rani
- Razan Zu sebagai Patria
- Dayu Wijanto sebagai Irene
- Restu Sinaga sebagai Bimo
- Rianti Cartwright sebagai Retno (flashback)
- Annisa Hertami sebagai Ida (flashback)
Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar, serta ditulis oleh Rino Sarjono, Film Senin Harga Naik dijadwalkan tayang mulai 18 Maret 2026, menemani momen libur Lebaran bersama keluarga.
Film ini bukan tentang siapa yang benar atau salah, melainkan tentang upaya saling memahami, bahwa dalam keluarga, rasa sayang acapkali hadir dalam bahasa cinta yang berbeda-beda, dan tugas kita adalah belajar untuk memaknainya. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin