RADAR BOGOR - Serial The Summer I Turned Pretty kembali jadi perbincangan, bahkan setelah musim terakhirnya tayang pada 16 Juli 2025.
The Summer I Turned Pretty, drama romantis remaja yang tayang di Amazon Prime Video ini dinilai sukses membuat banyak penonton, khususnya Gen Z, sulit move on dari kisah Belly, Conrad, dan Jeremiah.
Dilansir dari akun resmi Instagram @thesummeriturnedpretty dan akun resmi Prime Video, serial The Summer I Turned Pretty ini memang mengangkat tema cinta pertama, persahabatan, keluarga, serta proses pendewasaan yang terasa dekat dengan kehidupan remaja.
Adaptasi dari novel karya Jenny Han ini bukan sekadar kisah cinta segitiga biasa, melainkan potret tentang bagaimana seseorang tumbuh melalui rasa kehilangan, kekecewaan, dan pilihan sulit.
Cerita berpusat pada Isabel Belly Conklin yang setiap musim panas menghabiskan waktu di rumah pantai keluarga Fisher. Namun, satu musim panas mengubah segalanya.
Belly tidak lagi dipandang sebagai anak kecil. Perasaan yang selama ini dipendam mulai muncul, terutama terhadap Conrad, sementara Jeremiah juga menyimpan rasa yang tak kalah besar.
Konflik inilah yang menjadi inti emosi serial ini, yang membuat banyak Gen Z merasa “gagal move on” adalah kedalaman emosional yang dibangun sepanjang tiga musim.
Serial ini tidak hanya memberikan sensasi romansa manis, tetapi juga memperlihatkan sisi rapuh karakter tentang kehilangan sosok ibu, tekanan keluarga, hingga kebimbangan memilih masa depan.
Soundtrack yang kuat dan sinematografi musim panas yang hangat semakin memperkuat suasana nostalgia dan rasa sendu yang tertinggal.
Secara makna, The Summer I Turned Pretty berbicara tentang fase transisi dari remaja menuju dewasa.
Tentang bagaimana cinta pertama tidak selalu sederhana, dan bagaimana setiap pilihan membawa konsekuensi.
Serial ini juga menunjukkan bahwa tumbuh dewasa berarti belajar melepaskan, memaafkan, dan menerima kenyataan.
Tak heran jika hingga kini perdebatan “Team Conrad” dan “Team Jeremiah” masih ramai di media sosial.
Emosi yang dibangun sejak musim pertama membuat penonton merasa terikat secara personal dengan perjalanan karakter-karakternya.
Sejak awal penayangannya di Amazon Prime Video, serial The Summer I Turned Pretty memang konsisten menghadirkan konflik yang dekat dengan pengalaman cinta pertama penuh keraguan, ego, dan luka yang tak selalu terlihat.
Hal ini juga diperkuat melalui unggahan akun TikTok @itsalimarie yang membagikan cuplikan adegan emosional dari serial tersebut.
Dalam kolom komentarnya, banyak warganet mengaku ikut terbawa suasana, bahkan merasa adegan-adegan tertentu seperti “menampar” pengalaman pribadi mereka.
Tidak sedikit yang menyebut bahwa dialog antara Belly dan Conrad terasa begitu realistis, terutama saat menggambarkan hubungan yang dipenuhi tarik-ulur dan kesalahpahaman.
Perdebatan pun kembali memanas. Sebagian warganet dengan tegas menyatakan diri sebagai “Team Conrad” karena karakter Conrad dinilai lebih dalam, kompleks, dan menunjukkan cinta yang tulus meski sulit diekspresikan.
Sementara yang lain memilih “Team Jeremiah” karena dianggap lebih terbuka, hangat, dan memberikan rasa aman bagi Belly.
Perbedaan sudut pandang inilah yang membuat diskusi terus hidup, bahkan setelah musim terakhir tayang.
Tak hanya soal memilih tim, banyak penonton juga mengaku merasakan emosi yang sama dengan karakter Belly.
Mereka melihat Belly sebagai representasi remaja yang sedang belajar memahami dirinya sendiri bingung dengan perasaan, takut mengambil keputusan, tetapi juga ingin dicintai dengan sepenuh hati.
Beberapa komentar menyebut bahwa perjalanan Belly terasa sangat manusiawi, penuh kesalahan, namun tetap relatable.
Pada akhirnya, serial ini terasa dekat bukan karena kisah cintanya yang rumit, tetapi karena emosinya yang jujur.
Banyak penonton melihat potongan diri mereka sendiri dalam karakter Belly tentang bingung memilih, takut kehilangan, dan belajar menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan.
Ramainya perdebatan Team Conrad dan Team Jeremiah sampai sekarang menunjukkan bahwa ceritanya memang membekas.
Bagi sebagian Gen Z, The Summer I Turned Pretty bukan cuma tontonan, tapi jadi cerita yang ikut menemani fase tumbuh dewasa mereka.
Mungkin itu sebabnya, sampai sekarang pun masih banyak yang belum benar-benar bisa move on. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin