RADAR BOGOR - Sejak tayang di bioskop pada 20 Februari 2026, drama Korea Once We Were Us langsung mencuri perhatian penonton, terutama pecinta drama romance.
Kisah yang diangkat dalam drakor Once We Were Us terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, sehingga tidak sedikit penonton yang mengaku ikut terbawa perasaan saat mengikuti alur ceritanya.
Drama Once We Were Us ini menampilkan cerita hubungan yang tidak selalu berjalan mulus, dengan berbagai konflik, perasaan yang terpendam, hingga pilihan sulit yang harus dihadapi para tokohnya.
Karena itulah, banyak penonton menilai kisah dalam Once We Were Us terasa begitu relate dengan pengalaman hubungan di kehidupan nyata, membuat dramanya semakin mengena dan mudah membuat penonton baper.
Berdasarkan informasi dari akun TikTok @cinema.21 yang menampilkan trailer film Once We Were Us, kisahnya memperlihatkan dua mantan kekasih yang secara tidak sengaja bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah.
Pertemuan tersebut membuat keduanya kembali mengingat perjalanan cinta yang pernah mereka jalani di masa lalu.
Once We Were Us merupakan film romance Korea yang disutradarai oleh Kim Do-young. Ceritanya mengikuti dua karakter utama, Lee Eun-ho dan Han Jeong-won, yang pertama kali bertemu secara tidak sengaja hingga akhirnya menjalin hubungan romantis.
Dalam perjalanannya, keduanya saling mendukung mimpi satu sama lain dan menikmati masa muda bersama. Namun, berbagai kenyataan hidup membuat mereka harus memilih jalan yang berbeda.
Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan. Pertemuan itu membawa kembali kenangan lama sekaligus menghadapkan mereka pada perasaan yang ternyata belum benar-benar selesai.
Lalu apa yang membuat film ini relate dengan penonton?
Melalui unggahan akun TikTok @cewekbanget.id yang membahas film tersebut, kisah Eun-ho dan Jeong-won dinilai menggambarkan realita hubungan yang sering dialami banyak pasangan.
Salah satunya tentang fase “survival mode” dalam hidup, ketika tekanan pekerjaan dan kondisi keuangan kerap memicu konflik dalam hubungan, bukan karena salah satu pihak jahat, tetapi karena kerasnya realitas kehidupan.
Selain itu, film ini juga menyinggung soal gengsi dan tekanan yang sering dirasakan laki-laki, yang merasa harus sukses terlebih dahulu sebelum merasa pantas dicintai.
Padahal bagi pasangannya, kehadiran dan dukungan justru jauh lebih berarti dibandingkan sekadar materi atau hadiah. Perubahan sikap dalam hubungan juga menjadi bagian yang cukup mengena bagi penonton.
Pada awalnya hubungan terasa penuh semangat, namun perlahan berubah ketika komunikasi mulai berkurang dan masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri hingga memunculkan rasa kesepian.
Bagian paling emosional muncul ketika keduanya kembali bertemu dan mempertanyakan masa lalu mereka, apakah hubungan itu bisa bertahan jika dulu tidak sama-sama egois.
Kisah ini mengingatkan bahwa terkadang seseorang hadir dalam hidup bukan untuk selamanya, melainkan hanya untuk menemani proses hingga akhirnya harus berjalan di jalan yang berbeda.
Alur cerita yang dekat dengan realita hubungan dan emosi yang terasa nyata, Once We Were Us menjadi salah satu film romance yang banyak diperbincangkan penonton.
Kisah tentang pertemuan, perpisahan, hingga kesempatan kedua yang belum tentu kembali sama membuat film ini terasa semakin mengena bagi banyak orang.
Bagi yang penasaran dengan perjalanan kisah Eun-ho dan Jeong-won, film Once We Were Us masih tayang di bioskop pada awal Maret ini dan dapat menjadi pilihan tontonan bagi pecinta drama romance yang penuh emosi. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin