RADAR BOGOR — Kabar gembira bagi para penggemar pengendali elemen, film animasi terbaru dari semesta Avatar yang sangat dinantikan, The Legend of Aang: The Last Airbender, dikabarkan telah resmi menyelesaikan seluruh proses produksinya.
Setelah melalui proses panjang selama empat tahun, film garapan Avatar Studios ini akhirnya siap untuk dirilis.
Film Avatar ini akan membawa kita kembali ke petualangan Aang dan kawan-kawan yang kini sudah beranjak dewasa.
"Film Aang resmi selesai. Kami telah memutar hasil akhirnya untuk kru dan merayakan akhir dari perjalanan empat tahun ini. Sekarang, film ini menunggu untuk dirilis bulan Oktober nanti," tulis Lauren Montgomery, sutradara The Legend of Aang: The Last Airbender melalui unggahan di Instagramnya @thebestlaurenmontgomery.
Menariknya, aktor Eric Nam, pengisi suara Aang dewasa, sempat memberikan bocoran lewat media sosialnya bahwa film ini mengalami perubahan judul menjadi Avatar: Aang, The Last Airbender.
Namun, di balik kegembiraan selesainya produksi, muncul kekecewaan dari pihak kreatif terkait strategi distribusi. Awalnya, film ini direncanakan tayang di bioskop secara global.
Namun, keputusan terbaru dari pihak studio justru memindahkan penayangannya ke layanan streaming Paramount+ pada Oktober 2026.
Lauren Montgomery secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap keputusan ini. Melansir dari akun X (sebelumnya Twitter) @CultureCrave, Lauren menyebut bahwa pemindahan ke platform streaming bisa memberikan kesan yang salah kepada publik.
"Keputusan untuk memindahkan kami dari teatrikal ke streaming mungkin memberi kesan bahwa kualitasnya tidak memadai, tapi itu sangat jauh dari kebenaran. Film ini layak untuk disaksikan di layar lebar," tegas Lauren.
Senada dengan sutradara, Eric Nam yang sudah menonton hasil akhirnya mengaku terpukau. Lewat unggahannya, ia menyebut visual dan desain suara film ini sangat memukau dan menggugah.
Ia bahkan menyarankan penonton untuk mencari layar terbesar dan mengeraskan volume suara saat menontonnya nanti untuk mendapatkan pengalaman maksimal.
Perlawanan terhadap keputusan distribusi ini bahkan telah memicu gerakan nyata; melansir dari laporan @screentime, sebuah petisi yang menuntut agar film ini tetap dirilis di bioskop telah ditandatangani oleh hampir 40.000 penggemar.
Kini, publik hanya perlu bersabar menunggu hingga Oktober 2026 untuk melihat apakah kualitas yang dijanjikan Lauren Montgomery benar-benar sebanding dengan penantian panjang selama empat tahun terakhir. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin