RADAR BOGOR - Film horor Indonesia, Danur : The Last Chapter, langsung menunjukkan taringnya di awal penayangan.
Baru 4 hari tayang di bioskop, film Danur ini sudah menembus angka 400 ribu penonton. Angka yang terbilang tinggi untuk pembukaan film lokal terutama di saat libur lebaran, khususnya genre horor.
Capaian ini terasa makin spesial karena Danur: The Last Chapter bukan sekadar film lanjutan, tapi menjadi penutup dari perjalanan panjang semesta Danur.
Sejak film pertama, Danur : I Can See Ghosts, lalu berlanjut ke Danur 2: Maddah dan Danur 3: Sunyaruri, kisah ini sudah membangun basis penggemar yang kuat selama hampir 10 tahun.
Dikutip dari akun TikTok @bahasfilmbarengaffan, angka 400 ribu penonton itu diraih hanya dalam waktu empat hari. Artinya, sejak hari pertama tayang, film ini memang sudah ramai diserbu penonton.
Secara cerita, film ini mengambil latar setelah 10 tahun dari kejadian sebelumnya. Di trailer, terlihat Risa yang diperankan oleh Prilly Latuconsina kini tampil lebih dewasa.
Tapi di balik itu, dia terlihat lelah dengan kemampuannya yang sejak kecil bisa melihat makhluk tak kasat mata.
Keinginan untuk hidup normal justru membawa Risa ke konflik yang lebih besar dan terasa lebih personal dibanding film-film sebelumnya.
Karakter-karakter yang sudah lekat di ingatan penonton juga kembali muncul, seperti Peter, William, Janshen, Hendrick, dan Hans.
Bedanya, di film terakhir ini mereka tidak hanya hadir sebagai “teman”, tapi ikut terlibat dalam konflik yang terasa lebih serius dan emosional.
Dari cuplikan trailer, suasana yang ditampilkan juga terasa lebih gelap. Banyak adegan cepat yang memperlihatkan rumah sunyi, suara bisikan, lampu berkedip.
Hingga kemunculan sosok misterius yang tampaknya jadi ancaman terbesar bagi Risa. Nuansanya bukan cuma horor, tapi juga ada rasa kehilangan dan perpisahan.
Lalu, kenapa film ini bisa langsung tembus 400 ribu penonton dalam waktu singkat?
Ada beberapa alasan yang cukup terasa. Pertama, faktor “film terakhir”. Banyak penonton yang sudah mengikuti kisah Danur dari awal pasti penasaran bagaimana akhir cerita Risa.
Rasa penasaran ini jadi dorongan kuat untuk langsung nonton di hari-hari pertama.
Kedua, kekuatan fanbase. Franchise Danur sudah punya penggemar setia sejak lama. Jadi ketika film terakhirnya rilis, mereka seperti “wajib” nonton, bahkan di awal penayangan.
Ketiga, momentum libur Lebaran. Film ini jadi salah satu tontonan horor pertama di momen liburan, saat orang-orang punya waktu lebih untuk pergi ke bioskop bareng keluarga atau teman.
Keempat, efek promosi dan media sosial. Dari TikTok sampai Instagram, pembahasan soal film ini cukup ramai.
Bahkan di akun resmi @danurmovie, banyak komentar penonton yang mengaku antusias tapi juga sedih karena ini adalah akhir dari kisah Danur. Ada juga yang bilang sudah tidak sabar menonton setelah melihat trailernya.
Kombinasi dari semua faktor itu yang akhirnya bikin angka penonton langsung melonjak di hari-hari awal.
Bukan cuma karena horornya, tapi juga karena ada “ikatan emosional” yang sudah dibangun sejak film pertama.
Melihat tren ini, bukan tidak mungkin Danur : The Last Chapter” akan terus menambah jumlah penontonnya dalam beberapa hari ke depan.
Apalagi, rasa penasaran soal bagaimana akhir cerita Risa masih jadi alasan utama banyak orang untuk datang ke bioskop. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin