RADAR BOGOR — Film terbaru dari studio A24, Mother Mary, menjadi salah satu judul yang paling dinantikan di tahun 2026.
Disutradarai oleh David Lowery, Film Mother Mary ini menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang intens, melampaui ekspektasi film bertema musik pada umumnya.
Lantas, apa sebenarnya yang ditawarkan oleh Mother Mary dan apa yang bisa diharapkan penonton saat film ini mendarat di bioskop nanti?
Mother Mary dibintangi oleh Anne Hathaway sebagai Mary, seorang ikon pop dunia yang tengah berada di ambang pertunjukan comeback besarnya.
Namun, fokus utama cerita ini bukanlah pada kemegahan panggungnya, melainkan pada hubungan kompleks yang kembali terjalin antara Mary dan mantan desainer kostum sekaligus sahabat lamanya, Sam Anselm, yang diperankan oleh Michaela Coel.
Melansir dari sinopsis resmi di laman a24films.com, pertemuan keduanya memicu bangkitnya luka yang telah lama terkubur.
Penonton dapat mengharapkan sebuah drama psikologis yang tajam, di mana ego dan masa lalu saling berbenturan.
Hubungan mereka bukan lagi sekadar kolaborasi profesional, melainkan sebuah konfrontasi emosional yang personal.
Satu hal yang ditegaskan pada trailer film ini adalah peringatannya: This is not a ghost story, this is not a love story.
Ini menjadi petunjuk kuat bagi penonton bahwa David Lowery tidak akan menyajikan alur yang klise.
Alih-alih romansa atau horor supranatural, penonton akan dibawa masuk ke dalam narasi tentang pengkhianatan, pengorbanan, dan kelahiran kembali.
Trailer yang diunggah melalui kanal YouTube A24 tersebut menunjukkan atmosfer yang gelap dan penuh tekanan, mengisyaratkan bahwa perjalanan Mary menuju kelahiran kembali sebagai artis akan menuntut pengorbanan yang besar dari orang-orang di sekitarnya.
Selain akting Hathaway dan Coel, aspek musik menjadi pilar utama film ini. Dengan keterlibatan produser pemenang Grammy Jack Antonoff serta musisi Charli XCX dan FKA Twigs, penonton bisa mengharapkan deretan lagu orisinal yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menggerakkan narasi film.
Visual yang artistik ciri khas A24 dan David Lowery juga terlihat jelas dari penggunaan kostum yang teatrikal dan sinematografi yang dramatis.
Film ini nampaknya akan menjadi sebuah perjamuan visual bagi mereka yang menyukai estetika mode tingkat tinggi (high fashion).
Dengan jajaran pemain pendukung seperti Hunter Schafer dan Kaia Gerber, Mother Mary diprediksi akan menjadi salah satu film yang banyak diminati dengan tema drama psikologis.
Sebagaimana yang diucapkan karakter Sam dalam cuplikannya: Mungkin hanya satu dari kita yang akan tetap berdiri saat semua ini berakhir.
Kalimat ini seolah merangkum seluruh ketegangan yang akan kita rasakan saat film ini rilis di bioskop pada April 2026 mendatang. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin