RADAR BOGOR - Kabar terbaru datang dari proyek Zona Merah. Setelah lebih dulu dikenal lewat versi serial, cerita ini kini resmi diangkat ke layar lebar dengan skala yang lebih besar dan pengembangan cerita yang lebih luas.
Pengumuman jajaran pemain Zona Merah disampaikan melalui akun Instagram resmi @filmzonamerah.
Sejumlah nama yang sebelumnya tampil di versi serial Zona Merah dipastikan kembali, seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Devano Danendra, Maria Theodore, hingga Lukman Sardi.
Kehadiran mereka menjadi penghubung antara cerita yang sudah dikenal penonton dengan arah baru yang akan dibawa dalam versi film.
Di saat yang sama, film ini juga menghadirkan deretan pemain baru, di antaranya Bryan Domani, Derby Romero, Myesha Lin, Shindy Huang, hingga Luna Maya.
Bergabungnya nama-nama baru ini menandai perluasan cerita, sekaligus membuka kemungkinan konflik yang lebih beragam dan kompleks.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Instagram @movreview, Zona Merah merupakan pengembangan dari serial yang tayang di platform streaming Video.
Film ini kembali diproduksi oleh Sreenplay Films dan digarap oleh dua sutradara yang sama, yakni Sidharta Tata dan Fajar Marsan, sehingga nuansa cerita tetap terjaga meski hadir dalam format yang berbeda.
Dalam versi layar lebar, Zona Merah akan membawa penonton masuk ke dunia yang lebih luas, lebih gelap, dan lebih intens.
Baca Juga: Hasil Pengecekan Bansos di Bank Mandiri 4 April 2026: Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Kosong
Konflik tidak hanya diperbesar, tetapi juga diperdalam, dengan situasi yang semakin kompleks ketika para karakter harus bertahan hidup di tengah ancaman yang terus mendekat, termasuk teror mayat hidup yang menjadi pusat cerita.
Menariknya, Luna Maya tidak hanya terlibat sebagai pemain, tetapi juga sebagai produser eksekutif.
Film Zona Merah dijadwalkan memasuki tahap produksi pada April hingga Mei 2026.
Meski belum mengumumkan tanggal tayang resmi, film ini dipastikan akan hadir di bioskop pada tahun yang sama.
Dengan pengembangan cerita yang lebih luas serta jajaran pemain yang semakin beragam, Zona Merah hadir bukan sekadar sebagai lanjutan.
Melainkan sebagai perluasan dunia yang mengajak penonton menyelami situasi yang semakin mencekam, sekaligus melihat sejauh mana manusia mampu bertahan di tengah kekacauan. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin