RADAR BOGOR – Memperingati National Deaf History Month, Disney merilis proyek reanimasi khusus yang menampilkan karakter-karakter populer mereka membawakan lagu ikonik menggunakan bahasa isyarat Amerika.
Dua lagu yang menjadi sorotan dalam proyek Disney ini adalah lagu penyemangat dari Film Moana, serta lagu fenomenal dari keluarga Madrigal dalam film Encanto.
Langkah ini disambut hangat sebagai upaya nyata Disney untuk merangkul komunitas teman tuli di seluruh dunia.
Baca Juga: Suasana Haru di Balaikota Depok, Ratusan Jemaah Haji Kloter 2 Diberangkatkan dengan 11 Bus
Melansir dari unggahan akun X @DiscussingFilm, studio ini membagikan cuplikan di mana karakter Moana tidak hanya bernyanyi secara vokal, tetapi juga menggerakkan tangan mereka dengan gestur ASL yang akurat.
Proses reanimasi ini bukan sekadar tambahan efek visual, melainkan penyesuaian gerakan karakter agar selaras dengan ritme dan makna lirik dalam bahasa isyarat.
Melansir dari akun X @DisneyToonz dan @deaflibertarian, Disney Animation bekerja sama dengan konsultan bahasa isyarat profesional memastikan setiap gerakan tangan para karakter saat menyanyikan lagu-lagu hits mereka tetap memiliki jiwa dan ekspresi yang sama dengan versi aslinya.
Baca Juga: Roti Sourdough Sehat di Bogor, Baked and Treats Gunakan 100 Persen Ragi Alami
Inisiatif ini pun viral di media sosial. Banyak netizen dan aktivis komunitas tuli memuji Disney karena dianggap memberikan representasi yang layak di media arus utama.
Penggunaan teknik reanimasi yang bukan sekadar menambahkan interpreter di pojok layar dinilai memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih imersif dan menyentuh.
Bagi Anda yang ingin melihat bagaimana anggunnya gerakan tangan Moana atau keseruan keluarga Madrigal bercerita lewat bahasa isyarat, video-video spesial ini dapat dinikmati melalui kanal resmi Disney mulai 27 April 2026.
Langkah kecil dari Disney ini menjadi pengingat penting bagi industri hiburan bahwa bahasa tidak selamanya harus terdengar, namun juga bisa dirasakan melalui gerakan dan ekspresi. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin