Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Baru Tayang Sepekan, Ghost in The Cell Tembus 1 Juta Penonton, Joko Anwar Kembali Cetak Rekor

Siti Dewi Yanti • Kamis, 23 April 2026 | 02:39 WIB
Salah satu adegan dalam film Ghost in The Cell.
Salah satu adegan dalam film Ghost in The Cell.

RADAR BOGOR - Sutradara kenamaan, Joko Anwar kembali menunjukkan dominasinya di industri film Tanah Air.

Karya terbarunya, Ghost in The Cell, sukses menembus lebih dari 1 juta penonton hanya dalam waktu kurang dari sepekan sejak dirilis pada 16 April 2026.

Hingga Selasa (22/4), film bergenre horor komedi tersebut telah ditonton sebanyak 1.055.497 orang.

Baca Juga: Menyamar Jadi Pembeli, Kapolsek Kemang Bongkar Peredaran 4.756 Obat Keras Ilegal di Bogor

Pencapaian ini memperpanjang rekor konsistensi Joko Anwar, yang berhasil menghadirkan tujuh film berturut-turut dengan jumlah penonton di atas satu juta.

Deretan film sukses tersebut mencakup Pengabdi Setan, Gundala, Perempuan Tanah Jahanam, Pengabdi Setan 2: Communion, Siksa Kubur, hingga Pengepungan di Bukit Duri.

Dalam pernyataan resminya, Joko Anwar mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat penonton.

Baca Juga: Walau Lajur Lebih Lancar, Parkir Kanan Jalan Suryakencana Kota Bogor Masih Sisakan Kendala di Lapangan

Ia menyampaikan bahwa film ini tidak hanya menawarkan ketegangan dan humor, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial yang dirasakan banyak masyarakat Indonesia.

Menurutnya, melalui film berdurasi 1 jam 46 menit tersebut, ia ingin menghadirkan pengalaman emosional di mana penonton sejenak bisa merasakan kemenangan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Ia juga menilai respons positif ini menunjukkan adanya kesamaan keresahan antara film dan realitas yang dialami publik.

Baca Juga: JungleLand Sentul Bogor Jadi Motor Penggerak Ekonomi Pariwisata, Serap Tenaga Kerja dan Dongkrak UMKM Lokal

Film yang dibintangi Abimana Aryasatya, Endy Arfian, dan Bront Palarae ini mengangkat cerita berlatar kehidupan di dalam penjara.

Di sana, para narapidana digambarkan hidup dalam sistem kasta, di mana mereka yang memiliki kekuasaan mendapat perlakuan istimewa, sementara yang lemah harus menerima ketidakadilan.

Ketegangan meningkat saat karakter Dimas, yang diperankan Endy Arfian, memasuki penjara tersebut.

Baca Juga: Pedagang di Jalan Suryakencana Bogor Usul Parkir Zonasi demi Hindari Hilangnya Pelanggan

Kehadirannya diikuti oleh munculnya sosok misterius yang menebar teror dengan cara brutal namun digambarkan secara artistik.

Meski sarat adegan kekerasan, Joko Anwar tetap menyisipkan unsur komedi yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dipilih agar cerita tetap terasa ringan dan dekat dengan karakter masyarakat Indonesia yang terbiasa menghadapi masalah dengan cara yang lebih santai dan penuh humor.

Baca Juga: Sejuk Nan Menenangkan, Gok Salada Village Megamendung Bogor Jadi Pelarian Ideal dari Hiruk Pikuk Kota untuk Healing Bareng Keluarga

Lewat perpaduan horor, kritik sosial, dan komedi sarkas, Ghost in The Cell berhasil mencuri perhatian sekaligus mengajak penonton merenungkan realitas yang terjadi di sekitar mereka. (shf/len)

Editor : Siti Dewi Yanti
#film #joko anwar #Ghost In The Cell