RADAR BOGOR – Dunia maya tengah dihebohkan dengan bocornya film animasi terbaru Avatar The Legend of Aang : The Last Airbender secara ilegal.
Meski jadwal rilis resminya masih berjarak sekitar enam bulan lagi, Film Avatar The Last Airebender itu sudah tersebar luas di platform X, dan memicu reaksi keras dari pihak studio maupun para pengisi suara orisinalnya.
Melansir dari akun X @CultureCrave, Film The Last Airbender berdurasi penuh itu bocor di media sosial.
Bahkan sempat menyentuh angka hampir 10 juta penayangan sebelum akhirnya pihak Paramount mulai melayangkan DMCA takedown untuk menghapus konten-konten ilegal tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari IGN, sosok di balik penyebaran film ini mengaku bahwa motif awalnya hanyalah untuk bersenang-senang.
Ia bahkan sempat berdalih bahwa tindakannya bukan masalah besar karena ia mengira film tersebut hanya akan dirilis di layanan streaming, bukan di layar lebar.
Baca Juga: Belum Cair per 26 April 2026? Ini Penjelasan Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 di SIKS-NG
Namun, tindakan iseng ini justru berujung pahit bagi tim produksi yang telah bekerja bertahun-tahun demi menjaga kerahasiaan proyek besar ini.
Kekecewaan mendalam datang dari tim kreatif. Mengutip dari akun X @gaak_fr, para sutradara film ini meminta dukungan langsung dari penggemar agar tetap menonton melalui jalur resmi meskipun bocoran sudah tersebar.
Tak hanya tim produksi, para pengisi suara asli dari serial originalnya, seperti Zach Tyler Eisen (Aang), Jack De Sena (Sokka), hingga Michaela Jill Murphy (Toph) ikut bersuara.
Baca Juga: Program Taleus Jadi Strategi dan Andalan Pemkot Bogor Tekan Angka Stunting
Melansir dari akun X @Collider, mereka justru menggunakan momentum ini untuk menyuarakan aspirasi penggemar yang ingin melihat film ini di bioskop, bukan sekadar tayang di Paramount+ pada 9 Oktober mendatang.
Uniknya, meski statusnya adalah konten bocoran, antusiasme penonton justru meledak.
Melansir dari akun X @ToonHive, film ini bahkan sempat masuk ke dalam daftar film paling populer di platform Letterboxd dalam waktu singkat.
Visual yang memukau menjadi alasan utama mengapa banyak pihak kini mendesak Paramount untuk mempertimbangkan rilis teatrikal.
Baca Juga: Perjuangan Mantri Perempuan BRI di Kei Besar: Menembus Medan Ekstrem Demi Akses Keuangan Warga 3T
Penggemar merasa kualitas animasi yang disajikan terlalu sayang jika hanya dinikmati lewat layar ponsel atau televisi rumah.
Hingga saat ini, Film The Last Airbender tersebut tetap dijadwalkan tayang perdana secara resmi di Paramount+ pada musim gugur mendatang.
Namun, apakah derasnya permintaan theatrical release ini akan mengubah keputusan pihak studio? (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin