RADAR BOGOR – Film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar kembali mencatat pencapaian baru di pasar internasional. Film horor komedi tersebut kini disebut telah terjual ke 148 negara.
Kabar itu disampaikan langsung melalui unggahan Instagram resmi @jokoanwar. Dalam unggahannya, Joko Anwar menyebut penjualan internasional atau world sales Ghost in the Cell mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 86 negara menjadi 148 negara.
Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi perfilman Indonesia.
Pasalnya, jumlah itu menunjukkan bahwa Ghost in the Cell tidak hanya mendapat perhatian dari penonton dalam negeri, tetapi juga mulai menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai negara.
Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi perfilman Indonesia.
Pasalnya, jumlah itu menunjukkan bahwa Ghost in the Cell tidak hanya mendapat perhatian dari penonton dalam negeri, tetapi juga mulai menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai negara.
Baca Juga: Naik Jadi Tipe A, BPBD Kota Bogor Tak Perlu Lagi Tunggu Instruksi saat Bencana
Melalui unggahan tersebut, Joko Anwar juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian film terbarunya itu.
Ia berharap penonton luar negeri dapat menikmati Ghost in the Cell dan semakin tertarik untuk mengenal lebih banyak karya film dari Indonesia.
Selain mengabarkan capaian penjualan internasional, Joko Anwar juga mengingatkan bahwa Ghost in the Cell masih tayang di bioskop Indonesia.
Ia turut mengajak masyarakat untuk menonton film tersebut selama masih tersedia di layar bioskop Tanah Air.
Berdasarkan sinopsis yang juga pernah dibagikan melalui akun Instagram resmi @jokoanwar, Ghost in the Cell mengambil latar di Lapas Labuhan Angsana.
Film ini menggambarkan kehidupan para narapidana yang harus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penindasan pejabat lapas, konflik antar tahanan, hingga kekerasan yang terjadi di dalam penjara.
Cerita semakin menegangkan ketika satu per satu narapidana tewas secara mengerikan.
Para tahanan kemudian mengetahui adanya sosok hantu yang menyerang orang-orang dengan aura atau energi paling negatif.
Situasi tersebut membuat para narapidana berusaha menjaga diri dan berbuat baik agar aura mereka tetap positif.
Namun, upaya itu tidak mudah dilakukan karena mereka berada dalam lingkungan penjara yang penuh tekanan dan ketidakadilan.
Dengan konsep cerita yang memadukan horor, komedi, dan kritik sosial, Ghost in the Cell menjadi salah satu film Indonesia yang mampu menarik perhatian pasar global.
Pencapaian penjualan ke 148 negara ini sekaligus memperlihatkan bahwa karya sineas Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di industri film internasional.(Fadhil/Polimedia)
Editor : Yosep Awaludin