RADAR BOGOR – Serial dokumenter Michael Jackson : The Verdict sukses mencuri perhatian sejak resmi dirilis di Netflix pada 3 Juni 2026.
Dalam waktu singkat, tayangan dokumenter Michael Jackson itu menempati posisi puncak daftar tontonan terpopuler di berbagai negara, sekaligus memicu perdebatan di kalangan penonton dan penggemar Raja Pop.
Dokumenter Michael Jackson yang terdiri dari tiga episode ini mengulas kembali persidangan Michael Jackson pada 2005.
Tayangan tersebut menghadirkan berbagai sudut pandang melalui wawancara dengan mantan anggota juri, saksi persidangan, hingga jurnalis yang mengikuti proses hukum secara langsung.
Serial ini disutradarai oleh Nick Green dan diproduksi oleh Candle True Stories. Sejak pekan pertama penayangannya, Michael Jackson : The Verdict telah disaksikan lebih dari 17,8 juta kali di seluruh dunia serta berhasil menduduki peringkat pertama tontonan Netflix di 61 negara.
Meski mencatatkan pencapaian impresif dari sisi jumlah penonton, respons terhadap dokumenter tersebut tidak sepenuhnya positif.
Baca Juga: Healing Seru di Wisata Kampoeng Kita, Surganya Piknik Keluarga di Bekasi
Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, serial ini memperoleh nilai 78 persen dari para kritikus. Namun, skor dari penonton hanya mencapai 7 persen.
Banyak penggemar Michael Jackson menilai dokumenter tersebut lebih mengedepankan unsur sensasi dibandingkan penyajian fakta yang dinilai lengkap dan berimbang.
Penilaian publik yang sangat rendah itu bahkan disebut menjadi salah satu skor audiens terendah untuk kategori dokumenter dalam sejarah penayangan Netflix.
Kehadiran Michael Jackson : The Verdict juga bertepatan dengan kesuksesan film biografi Michael, yang dibintangi Jaafar Jackson, keponakan kandung sang legenda musik dunia.
Film arahan sutradara Antoine Fuqua tersebut meraih pendapatan sekitar 890 juta dolar Amerika Serikat dan masuk dalam jajaran film terlaris tahun ini.
Berbeda dengan film Michael yang lebih menyoroti perjalanan karier, prestasi, dan kehidupan sang Raja Pop, The Verdict mengangkat sisi lain yang penuh kontroversi, yakni tuduhan pelecehan yang pernah menyeret nama Michael Jackson ke meja hijau.
Hadirnya dua proyek berbeda dengan sudut pandang yang kontras ini kembali membangkitkan diskusi publik mengenai warisan musik, perjalanan karier, serta kontroversi yang masih melekat pada sosok Michael Jackson hingga kini.(Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin