RADAR BOGOR – Kabar yang telah lama dinantikan penggemar akhirnya terwujud. Stephen Chow resmi merilis teaser perdana film terbaru bertajuk Kung Fu Soccer, yang hadir sekitar 25 tahun setelah kesuksesan Shaolin Soccer.
Film Stephen Chow terbaru, Kung Fu Soccer mengangkat kisah sebuah tim sepak bola perempuan yang berjuang bangkit untuk meraih gelar juara.
Dengan sentuhan aksi, komedi, dan seni bela diri yang menjadi ciri khas Stephen Chow, film Kung Fu Soccer diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru sekaligus membangkitkan nostalgia para penggemar.
Baca Juga: Isi Kursi Kepala Dinas di Kota Bogor yang Masih Kosong, 10 Pejabat Ikuti Seleksi
Deretan pemain yang membintangi film ini antara lain Zhang Xiaofei, Lay Zhang, serta Dilraba Dilmurat sebagai pemeran utama.
Film ini juga melibatkan Ai Mi dan pemain tim nasional sepak bola putri China, Li Jiayue. Sementara itu, aktor Jepang Takeru Satoh akan tampil sebagai bintang tamu spesial.
Bersamaan dengan perilisan teaser, Stephen Chow mengungkapkan bahwa proses pengerjaan Kung Fu Soccer kini telah memasuki tahap pascaproduksi.
Baca Juga: Samsat Mulai Datangi Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak, Warga Diminta Tak Khawatir
Melalui poster bergaya tulisan tangan yang diunggahnya, ia juga memberi isyarat bahwa film tersebut berpotensi tayang pada pertengahan Juli, dengan tanggal 10 atau 17 Juli disebut sebagai kemungkinan jadwal perilisannya.
Kehadiran Kung Fu Soccer langsung mengingatkan publik pada Shaolin Soccer, film legendaris yang dirilis pada 2001 dan sukses besar di box office Asia.
Film tersebut menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan karier Stephen Chow berkat perpaduan unik antara sepak bola, seni bela diri, dan komedi.
Baca Juga: Pesona Pantai Glayem, Destinasi Liburan Keluarga Murah Meriah dengan Ombak Tenang
Dengan teaser perdana film Kung Fu Soccer yang telah dirilis, antusiasme penggemar pun semakin tinggi untuk menyaksikan bagaimana Stephen Chow kembali menghadirkan aksi sepak bola penuh humor dalam karya terbarunya setelah lebih dari dua dekade.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga