Film Akal Imitasi Angkat Kisah AI dan Kesenjangan Pendidikan, Berlatar Tahun 2029

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB
Film Akal Imitasi membawa cerita tentang perkembangan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. (Foto: Tiktok @cinema XXI)
Film Akal Imitasi membawa cerita tentang perkembangan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. (Foto: Tiktok @cinema XXI)

RADAR BOGOR – Ketika kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan manusia, muncul pertanyaan tentang bagaimana teknologi itu memengaruhi dunia pendidikan di masa depan. Isu tersebut menjadi latar utama film Indonesia terbaru berjudul Akal Imitasi.

Film Akal Imitasi ini menawarkan cerita fiksi berlatar tahun 2029, saat perkembangan teknologi AI digambarkan telah melaju jauh dibandingkan kondisi saat ini. 

Cerita berfokus pada kehidupan Ika, seorang siswi berprestasi yang berasal dari keluarga sederhana dan bersekolah di SD Cendekia Bangsa.

Di sekolah tersebut, teknologi kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kegiatan belajar mengajar.

Para siswa menggunakan sebuah sistem AI bernama PIKO untuk menunjang proses pendidikan.

Namun, kemajuan teknologi ternyata tidak dirasakan secara sama oleh seluruh siswa.

Baca Juga: Mita The Virgin Berhijab Saat Umrah, Penampilannya Bikin Pangling Warganet

Terdapat perbedaan akses antara mereka yang dapat menggunakan PIKO Premium dan siswa yang hanya memperoleh layanan versi reguler.

Perbedaan tersebut kemudian menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi Ika. Ia mulai melihat adanya pertanyaan yang lebih besar mengenai hubungan antara teknologi, kemampuan manusia, serta kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Pertemuan Ika dengan Rafi

Perjalanan Ika semakin berkembang setelah ia bertemu dengan Rafi di sebuah tempat bernama BLOX HUB.

Pertemuan tersebut membawa Ika pada pengalaman baru yang secara perlahan mengubah sudut pandangnya mengenai arti kecerdasan.

Ia mulai memahami bahwa kecanggihan teknologi tidak selalu menjadi satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.

Melalui perjalanan karakter Ika, Akal Imitasi tidak hanya menjadikan AI sebagai elemen pendukung dalam cerita.

Film ini juga mengangkat persoalan sosial yang berkaitan dengan akses pendidikan dan kesenjangan teknologi.

Angkat Isu Kesenjangan Akses Pendidikan

Salah satu isu yang coba disampaikan melalui film Akal Imitasi adalah bagaimana perkembangan teknologi dapat menghadirkan peluang sekaligus persoalan baru.

Perbedaan akses terhadap teknologi AI dalam cerita memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi belum tentu memberikan manfaat yang sama kepada setiap orang.

Dengan latar dunia pendidikan, film ini mencoba mengajak penonton melihat kemungkinan munculnya kesenjangan baru ketika teknologi semakin berperan besar dalam proses belajar.

Baca Juga: Bansos Beras Disalurkan September 2026, Bapanas Peringatkan Hal Ini

Cerita tersebut juga membuat Akal Imitasi tidak hanya berfokus pada kecanggihan AI, tetapi turut membahas hubungan antara teknologi, kesempatan belajar, dan kemampuan manusia.

Dijadwalkan Tayang September 2026

Akal Imitasi sebelumnya dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Film ini menjadi salah satu karya lokal yang mengangkat tema kecerdasan buatan melalui cerita fiksi.

Dengan mengambil latar masa depan dan memasukkan persoalan yang dekat dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini, Akal Imitasi menawarkan sudut pandang mengenai bagaimana teknologi dapat memengaruhi kehidupan generasi mendatang. (Ara/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Akal Imitasi film kecerdasan buatan