RADAR BOGOR – Dua tahun setelah kehancuran yang ditinggalkan Godzilla dalam Godzilla Minus One, ancaman sang monster kembali menghantui Jepang.
Kali ini, kisah tersebut berlanjut melalui Godzilla Minus Zero, film terbaru karya sutradara Takashi Yamazaki yang dijadwalkan hadir di bioskop pada November 2026.
Film produksi Toho ini kembali membawa penonton ke Jepang pascaperang dan melanjutkan cerita keluarga Shikishima.
Godzilla Minus Zero mengambil latar 1949, dua tahun setelah kejadian dalam Godzilla Minus One, ketika masyarakat Jepang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah Perang Dunia II.
Dikutip dari Instagram @cinema.21, film tersebut kembali digarap Takashi Yamazaki yang sebelumnya membawa Godzilla Minus One meraih perhatian global dan penghargaan Oscar.
Yamazaki kembali menangani penyutradaraan sekaligus penulisan dan efek visual untuk film terbaru ini.
Baca Juga: KPM Bansos Tereksklusi, Siapkan IKD untuk Daftar Perlinsos Oktober
Kembali ke Jepang Tahun 1949
Cerita Godzilla Minus Zero berlangsung ketika Jepang mulai berusaha bangkit dari keterpurukan akibat perang.
Setelah masyarakat perlahan mendapatkan kembali kehidupan yang lebih tenang, muncul ancaman baru yang kembali menghancurkan harapan tersebut.
Dalam materi resmi film, kisahnya kembali mengikuti keluarga Shikishima yang harus menghadapi bencana baru.
Kehadiran Godzilla membuat situasi yang sebelumnya mulai pulih kembali berada dalam ancaman.
Salah satu daya tarik film ini adalah kembalinya Ryunosuke Kamiki sebagai Koichi Shikishima dan Minami Hamabe sebagai Noriko.
Keduanya kembali memainkan karakter dari Godzilla Minus One dalam cerita yang berlangsung dua tahun setelah film sebelumnya.
Kehadiran kembali karakter utama tersebut membuat Godzilla Minus Zero tidak sekadar menghadirkan aksi monster, tetapi juga meneruskan kisah manusia yang berusaha bertahan di tengah kondisi Jepang yang belum sepenuhnya pulih.
Godzilla Hadir dengan Ancaman Baru
Kehadiran Godzilla kembali menjadi pusat konflik. Dalam materi promosi terbaru, film ini memperlihatkan ancaman baru yang muncul ketika Jepang sedang berusaha mempertahankan kehidupan normalnya.
Skala kehancuran juga kembali menjadi bagian penting dari film. Toho dan GKIDS menyebut Godzilla Minus Zero menghadirkan koreografi efek yang lebih besar, tetapi tetap mempertahankan sudut pandang manusia dalam latar Jepang pasca-Perang Dunia II.
Dengan kondisi negara yang masih berada dalam tahap pemulihan, perjuangan menghadapi Godzilla menjadi persoalan besar bagi masyarakat.
Baca Juga: Changan Nevo Q05 Tawarkan Kenyamanan Kabin untuk Perjalanan Harian
Para tokoh dalam cerita harus menghadapi ancaman tersebut ketika sumber daya dan kondisi Jepang belum sepenuhnya pulih.
Film Jepang Pertama yang Filmed For IMAX
Hal lain yang membuat Godzilla Minus Zero menarik perhatian adalah teknologi produksinya.
Film ini menjadi produksi Jepang pertama yang secara khusus berstatus Filmed For IMAX.
Film tersebut menggunakan kamera digital beresolusi tinggi yang telah disertifikasi IMAX.
Tata suara dan visualnya juga dioptimalkan untuk menghadirkan pengalaman berbeda ketika ditayangkan di layar IMAX.
Efek visual film kembali ditangani Shirogumi, studio yang juga terlibat dalam Godzilla Minus One.
Peningkatan skala visual tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman kehancuran dan aksi Godzilla yang lebih imersif di layar lebar.
Baca Juga: Resto Sambel Bledagz Karawang, Tempat Makan Adem di Tepi Kali Irigasi
Godzilla Minus Zero dijadwalkan tayang di Jepang pada 3 November 2026, sementara perilisan di Amerika Utara dijadwalkan pada 6 November 2026. Jadwal untuk sejumlah wilayah lain diumumkan secara bertahap.
Dengan kembalinya Takashi Yamazaki, karakter utama dari film sebelumnya, serta format produksi yang dirancang untuk IMAX, Godzilla Minus Zero menjadi kelanjutan langsung yang membawa kembali kisah Godzilla dalam latar Jepang pascaperang. (Hendi/Boash)
Editor : Yosep Awaludin