RADAR BOGOR – Film horor komedi karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, kembali mencatatkan pencapaian di panggung internasional.
Setelah sebelumnya meraih penghargaan di festival film Amerika Serikat, film Ghost in The Cell kini resmi diputar secara terbatas di sejumlah bioskop AS.
Ghost in the Cell mulai mendapatkan jadwal tayang di Amerika Serikat sejak 2 Oktober 2026.
Kehadirannya di pasar AS sekaligus memperpanjang perjalanan internasional film yang memadukan horor, aksi, komedi, dan unsur supernatural tersebut.
Tak hanya mendapat kesempatan dipasarkan di luar negeri, Ghost in the Cell juga memperoleh sambutan positif dari kritikus film.
Berdasarkan data Rotten Tomatoes, film tersebut mencatat skor 100 persen pada Tomatometer dari ulasan kritikus yang telah masuk.
Baca Juga: Laporan Bansos Susulan Tahap 3 PKH dan BPNT 7 Oktober 2026 di Tiga KKS
Film berdurasi sekitar 1 jam 46 menit itu membawa penonton ke kehidupan di balik jeruji penjara yang dipenuhi konflik antargeng. Situasi semakin mencekam ketika sosok supernatural mulai meneror para penghuni penjara.
Ghost in the Cell Dipuji Kritikus
Perpaduan genre menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam ulasan terhadap Ghost in the Cell.
Sejumlah kritikus menilai Joko Anwar berhasil menyatukan elemen horor, komedi, dan aksi dengan pendekatan yang tidak biasa.
Film tersebut juga menyelipkan kritik sosial yang membuat ceritanya tidak hanya berfokus pada teror supernatural.
Salah satu ulasan bahkan menyebut Ghost in the Cell sebagai film horor berlatar penjara yang imajinatif.
Adegan-adegan menegangkan dipadukan dengan humor sehingga menghasilkan pengalaman berbeda dibandingkan film horor dengan latar serupa.
Pencapaian tersebut melanjutkan catatan positif Ghost in the Cell di festival internasional.
Film ini sebelumnya meraih penghargaan Best Picture untuk kategori Horror Competition dalam Fantastic Fest 2026 yang berlangsung di Austin, Texas.
Tidak berhenti di Amerika Serikat, film produksi Come and See Pictures tersebut juga telah memperoleh hak distribusi di 148 negara.
Sebelum memasuki pasar AS, Ghost in the Cell lebih dahulu menjalani pemutaran perdana internasional melalui program Forum dalam Berlin International Film Festival 2026.
Baca Juga: Slash dan Myles Kennedy Rilis Flying Blind, Jadi Pembuka Album Baru yang Tayang 2027
Sinopsis Ghost in the Cell
Ghost in the Cell mengikuti kisah Dimas, seorang jurnalis yang harus mendekam di penjara setelah dirinya dituduh membunuh atasannya.
Namun, kehidupan Dimas di balik jeruji berubah menjadi semakin menegangkan ketika serangkaian pembunuhan misterius terjadi di dalam penjara.
Para narapidana kemudian dihadapkan pada ancaman dari sosok tak kasatmata yang terus meneror penghuni penjara.
Teror tersebut membuat para tahanan yang sebelumnya berada dalam kelompok dan kepentingan berbeda harus mengesampingkan perselisihan mereka.
Mereka terpaksa bekerja sama untuk mengungkap sosok atau kekuatan yang berada di balik serangkaian kejadian mengerikan tersebut.
Dari premis tersebut, Ghost in the Cell mengembangkan cerita yang menggabungkan aksi, horor, komedi gelap, dan elemen supernatural sebagai kekuatan utama film.
Dibintangi Aktor Indonesia
Film Joko Anwar ini diperkuat sejumlah aktor Indonesia. Mereka di antaranya Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Aming Sugandhi, Arswendy Bening Swara, Bront Palarae, Lukman Sardi, dan Morgan Oey.
Baca Juga: Bukan Cuma Trofi, Ini Sosok di Balik Perjuangan John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Ghost in the Cell sebelumnya telah lebih dahulu diputar di bioskop Indonesia pada April 2026.
Kini, film tersebut kembali mendapat perhatian setelah memasuki pasar Amerika Serikat dan memperoleh respons positif dari para kritikus, sekaligus memperluas perjalanan film Indonesia di kancah internasional. (Saniah/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin