RADAR BOGOR - Tren bisnis Coffee Shop (kedai kopi) kian menjamur di Kota Bogor.
Sejumlah wilayah di kota Bogor bahkan sudah dipenuhi bangunan-bangunan coffee shop dengan mengusung berbagai konsep.
Sebut saja bilangan Binamarga di Kecamatan Bogor Timur, Jalan Panduraya di Kecamatan Bogor Utara, hingga sekitaran Taman Heulang di Kecamatan Tanah Sareal. Sejumlah coffee shop selalu dipenuhi dengan muda mudi.
Kawasan-kawasan itu kini telah bertransformasi menjadi pusat kedai kopi dan spot nongkrong banyak anak muda. Terlebih pada momen akhir pekan. Coffee shop bak menjadi gula yang dikerubungi oleh semut.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana membenarkan adanya tren tersebut. Ia mengatakan, bisnis coffee shop memang tumbuh dengan cepat di kota ini.
Kemunculan bisnis-bisnis coffee shop di kota hujan disebut Deni, mulai menggeliat sejak akhir era pandemi Covid-19. Hal ini terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat.
"Saat pandemi melanda, bisnis coffee shop menjadi sektor pertama yang terkena imbasnya. Banyak coffee shop yang kemudian tutup. Ini terjadi lantaran mereka bukan hanya.menjual makanan minuman tapi juga tempat, kesan yang disajikan, dan fasilitas. Hal-hal ini tidak tercapai dengan adanya pembatasan-pembatasan," bebernya kepada Radar Bogor.
Sektor yang bertahan pada era itu justru restoran cepat saji, rumah makan, dan warteg. Karena bisnis itu tetap dibutuhkan dan dicari oleh masyarakat.
"Namun ketika pandemi selesai pertumbuhan bisnis coffee shop naik secara signifikan. Banyak coffee shop yang mati hidup kembali dan bermunculan coffew shop baru," tuturnya.
Perkembangan coffee shop di Kota Bogor saat ini nyatanya tak hanya digerakkan oleh pebisnis lokal yang membawa brand asal Kota Bogor saja. Namun juga toko-toko kopi susu gula aren yang terbilang tersohor di Jakarta bahkan Indonesia.
Berbagai brand toko kopi susu itu ikut meramaikan persaingan penjualan dengan membukan franchise dan cabang baru. Beberapa brand dengan nama besar bahkan tak membuka lebih dari 1 cabang.
Kondisi ini pun akhirnya mendongkrak pendapatan pajak bagi Kota Bogor. Deni mengakui pendapatan itu selalu meningkat dari tahun ke tahun.
"Tren ini berdampak pada naiknya pendapatan pajak dari sektor tersebut. Angkan realisasi yang kami targetkan pun selalu bertambah dari tahun ke tahun," ungkap Deni.
Ia mengatakan, pendapatan pajak di sektor ini terus mengalami kenaikan secara signifikan selama 5 tahun terakhir.
Di tahun 2022 pendapatannya sebesar Rp171 Miliar. Kemudian melonjak hingga Rp194 Miliar di tahun 2023, dan hingga 22 November 2024 pendapatan pajak di sektor ini sudah mencapai angka Rp191 Miliar.
Tapi meski begitu, PAD dari sektor ini tidak lebih tinggi ketimbang sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang secara berurutan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan pertumbuhan restoran dan coffee shop di Kota Bogor mengalami kenaikan signifikan.
Ia sependapat dengan Deni yang mengatakan bahwa pesatnya pertumbuhan bisnis itu terjadi di era pemulihan ekonomi pasca pandemi.
"Secara kasat mata saja kalau kita lihat di jalan, terlihat banyak sekali bangunan restoran dan coffee shop baru. Bahkan waktu itu Wali Kota Bima Arya mengatakan krnaikannya sampai 300 persen," ucap Yuno.
Namun berdasarkan data yang dimilikinya di PHRI, jumlah coffee shop dan restoran di Kota Bogor tidak mengalami kenaikan signifikan. Saat ini yang terdaftar hanya 28 unit saja.
"Karena tidak semua pemilik restoran atau coffee shop bergabung ke PHRI. Apalagi dalam menerima anggota kami juga lakukan itu secara selektif. Di luar keanggotaan kami jumlahnya ada sekira 600-an," ungkap Yuno.
Owner Uncle Jo, Yohanes Handoyo berpendapat, pesatnya pertumbuhan coffee shop di Kota Bogor dipicu ketertarikan investor pada kondisi kota ini yang dipandang begitu menarik.
Baca Juga: Ketua Geng TOM Diciduk Polisi, Terbukti Edarkan Sabu-sabu di Bogor
"Yang membuat investor tertarik dengan kota ini ialah iklim cuacanya. Selain itu kota ini juga merupakan kota destinasi serta memiliki kondisi pemerintahannya yang cukup kondusif," ucapnya.
Investor dan pengusaha juga dibantu dengan sistem perizinan yang relatif mudah yang dapat diurus secara online.
Di samping itu, Yohanes berpendapat Kota Bogor juga memiliki potensi yang menjanjikan untuk daerah tertentu. Bahkan untuk pasar dari kelas a hingga c.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga