RADAR BOGOR - Grup idola NewJeans dan agensinya, Ador, tengah terlibat perselisihan serius terkait kontrak eksklusif mereka.
NewJeans secara tegas menyatakan akan mengakhiri kontrak dengan Ador, sementara pihak agensi menegaskan bahwa kontrak tersebut masih berlaku.
Pada 28 November waktu setempat, NewJeans menggelar konferensi pers mendadak di kawasan Gangnam, Seoul.
Dalam kesempatan tersebut, grup ini mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi mengakhiri kontrak eksklusif dengan Ador mulai pukul 00:00 pada 29 November.
Mereka menyebut keputusan ini sepenuhnya akibat masalah internal di HYBE dan Ador.
"Alasan kami keluar dari Ador sederhana. Ador tak memiliki keinginan ataupun kemampuan melindungi NewJeans," ujar salah satu anggota NewJeans.
"Kami akan meninggalkan Ador tepat tengah malam 29 November. Akan sulit untuk melanjutkan kontrak eksklusif kami di situasi yang mana kepercayaan telah rusak," tambahnya.
Bahkan, NewJeans menegaskan tidak akan membayar denda yang diperkirakan mencapai 3-6 triliun won.
Mereka juga menyatakan tetap akan menggunakan nama "NewJeans" meskipun berpisah dengan Ador.
NewJeans juga mengungkapkan rasa hormat mendalam terhadap Min Hee-jin, mantan CEO Ador, dan menyatakan harapan untuk dapat terus bekerja sama dengannya di masa depan.
Menanggapi klaim tersebut, Ador pada hari yang sama mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menyayangkan langkah NewJeans yang menggelar konferensi pers tanpa memberikan waktu cukup untuk merespons pemberitahuan mereka.
Pihak Ador menegaskan bahwa kontrak eksklusif dengan NewJeans masih berlaku dan membantah telah melakukan pelanggaran.
Ador meminta agar kegiatan NewJeans tetap dilanjutkan sesuai jadwal dengan dukungan agensi.
Namun, langkah NewJeans menuai kritik dari beberapa pihak.
Banyak yang menilai keputusan mereka untuk menyatakan pengakhiran kontrak tanpa bukti hukum yang jelas dianggap tergesa-gesa.
Tindakan ini juga dinilai lebih emosional daripada berbasis pada analisis hukum yang kuat.
Sebelumnya, pada 13 November, NewJeans telah mengirim pemberitahuan resmi kepada Ador yang berisi sejumlah tuntutan.
Di antaranya adalah permintaan klarifikasi terkait pernyataan kontroversial dalam laporan industri musik HYBE, "NewJeans bisa ditinggalkan, dan hal itu bisa diselesaikan dengan membangun sesuatu yang baru."
Selain itu juga terkait permintaan maaf manajer yang telah mengatakan "abaikan" kepada Hanni, penghapusan konten yang digunakan tanpa izin, dan penyelesaian kerugian akibat strategi promosi album, serta kembalinya Min Hee-jin ke posisi CEO Ador.
Ador sendiri mengakui telah menerima pemberitahuan tersebut pada 14 November dan menyatakan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah dengan bijak agar hubungan kerja dengan NewJeans dapat berlanjut.
Kini, perselisihan antara NewJeans dan Ador menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak menantikan langkah hukum atau penyelesaian yang akan diambil oleh kedua belah pihak.***
Editor : Halimatu Sadiah