Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Majalah Bobo Tampil Beda di Bobo the Origin, Angkat Kisah Asal-Usul dan Petualangan

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 26 April 2026 | 21:11 WIB
Peluncuran komik graphic novel Bobo the Origin di Gramedia Jalma, Minggu, 26 April 2026. (Fikri/Radar Bogor)
Peluncuran komik graphic novel Bobo the Origin di Gramedia Jalma, Minggu, 26 April 2026. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Majalah Bobo resmi meluncurkan komik graphic novel “Bobo the Origin” di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta, Minggu, 26 April 2026. Peluncuran ini menandai babak baru pengembangan karakter kelinci biru legendaris tersebut dengan pendekatan cerita dan visual yang lebih modern.

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan penggemar lintas generasi. Selain peluncuran buku, acara juga diisi pameran merchandise eksklusif serta sesi temu penggemar bersama para kreator.

Editor in Chief, David Togatorop, menjelaskan “Bobo the Origin” merupakan novel grafis yang mengangkat asal-usul karakter Bobo. Melalui karya ini, pembaca lama maupun baru dapat memahami lebih luas latar belakang karakter, mulai dari identitas hingga elemen ikonik yang selama ini melekat.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Mulai Dicairkan Akhir April, Simak Daftar Wilayah yang Berpotensi Cair Lebih Awal dan Alur Lengkapnya

“Pembaca bisa mengetahui dari mana asal-usulnya, kenapa warnanya biru, hingga alasan di balik huruf ‘B’ di bajunya,” ujarnya.

Ia menuturkan, format novel grafis memberikan pengalaman berbeda dibanding cerita pendek di majalah yang biasanya hanya dua halaman. Dengan alur yang lebih panjang, kisah Bobo disajikan lebih utuh, termasuk kehidupan keluarga dan perjalanan karakternya.

“Genre yang diangkat adalah aksi dan fantasi. Bobo tampil sebagai petualang dengan berbagai tantangan, tetapi tetap membawa tema keluarga dan persahabatan yang kuat,” katanya.

David menambahkan, pembaca lama tetap akan menemukan sosok Bobo yang dikenal—lucu, polos, dan penuh kebaikan. Sementara pembaca baru dapat menikmati cerita tanpa harus mengenal majalahnya terlebih dahulu.

Baca Juga: Pemkot bakal Bangun Prasasti Khusus untuk Margonda, Wali Kota Bogor: Bentuk Apresiasi Terhadap Pejuang Kemerdekaan

“Harapannya, mereka akan penasaran dan akhirnya mengeksplorasi lebih jauh, termasuk membaca majalah Bobo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti isu yang diangkat dalam cerita, seperti anti-bullying dan makna “kembali ke rumah”. Menurutnya, pesan tersebut berangkat dari kedekatan anak dengan sosok ibu sebagai figur penting dalam kehidupan.

“Melawan bullying bukan dengan kekerasan, tetapi dengan kebaikan, komunikasi, dan pemahaman,” katanya.

Dari sisi cerita, penulis Vanda Parengkuan menambahkan narasi dalam komik ini dikembangkan lebih dalam dan emosional. Ia menyebut nilai-nilai yang diangkat tetap konsisten dengan karakter Bobo, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih relevan bagi pembaca masa kini.

“Nilai seperti keberanian, kasih sayang, dan anti-bullying tetap menjadi inti, tetapi dengan konflik dan perjalanan yang lebih kompleks,” kata Vanda.

Baca Juga: Kampus IPB Dramaga Disulap Jadi Taman Anggrek Raksasa, Ini Pesona Baru yang Bikin Adem

Ia menambahkan, dalam cerita juga ditampilkan karakter antagonis dengan latar belakang yang kuat. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak memahami sudut pandang yang berbeda serta membangun kemampuan kognisi sosial.

“Anak-anak diajak memahami bahwa setiap orang punya pemikiran dan latar belakang berbeda. Jadi, sebelum menghakimi, mereka bisa belajar mencari tahu alasan di balik perilaku seseorang,” ujarnya.

Sementara itu, ilustrator Ario Anindito menjelaskan tantangan utama dari sisi visual adalah menghadirkan tampilan baru tanpa meninggalkan identitas asli Bobo. Desain karakter dibuat lebih modern dan luwes, namun tetap akrab bagi pembaca lama.

“Kita ingin tampilannya bisa diterima generasi baru tanpa mengasingkan generasi lama. Secara visual dibuat lebih sinematik, tetapi tetap mempertahankan ciri khasnya,” ujarnya.

Baca Juga: Ada KPM yang Berstatus SPM, KKS Bank Mandiri Terpantau Sudah Berhasil Cek Rekening di Pencairan Bansos Tahap 2 2026

Ario menambahkan, desain baru juga tetap memuat banyak elemen klasik dari Bobo sejak era awal. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman nostalgia sekaligus kejutan bagi pembaca lama.

“Banyak elemen dari Bobo tahun 1973 yang mungkin tidak terduga muncul kembali. Ini bisa membuat pembaca lama merasa bernostalgia, terkejut, dan senang,” katanya.

Ia juga menilai, “Bobo the Origin” menjadi pintu masuk bagi pembaca baru untuk mengenal karakter tersebut sebagai sosok petualang yang penuh nilai.

“Bobo di sini bukan sekadar cerita dua halaman. Ia adalah seorang petualang dengan cerita yang seru, penuh fantasi, nilai moral, dan semoga bisa menginspirasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, karakter Bobo pertama kali hadir pada 1973 dan menjadi ikon anak-anak lintas generasi. Dalam perkembangannya, Bobo kini tidak hanya hadir sebagai majalah, tetapi juga berkembang menjadi intellectual property (IP) yang merambah berbagai platform dan produk.

Selain peluncuran, penjualan komik juga dilakukan melalui aplikasi Alfagift dengan berbagai promo bagi pembeli awal. Untuk menjangkau pembaca lebih luas, pemesanan komik juga dibuka melalui aplikasi tersebut, dengan bonus kaus eksklusif bagi 100 pembeli pertama serta tambahan A-poin bagi 1.000 pelanggan awal. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bobo #majalah #petualangan