Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tayang 21 Mei 2026 di Bioskop, Film Keluarga Suami Adalah Hama Sajikan Konflik Rumah Tangga yang Relate

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 17 Mei 2026 | 21:14 WIB
Sutradara Film Keluarga Suami Adalah Hama saat memberikan keterangan di XXI Plaza Jambu Dua (Dzikry/Radar Bogor)
Sutradara Film Keluarga Suami Adalah Hama saat memberikan keterangan di XXI Plaza Jambu Dua (Dzikry/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Film keluarga berjudul Suami Adalah Hama siap tayang serentak di seluruh bioskop mulai tanggal 21 Mei 2026 mendatang.

Film ini sengagaja menyajikan cerita realistis soal kehidupan rumah tangga yang dinilai dekat dengan keseharian masyarakat.

Sutradara film, Anggy Umbara mengatakan film tersebut sengaja dibuat untuk mewakili banyak orang yang mengalami persoalan keluarga namun sulit mengungkapkannya.

“Film ini sengaja dibuat untuk mereka yang merasakan ini tapi tidak bisa menceritakan atau jarang mengungkapkan,” ujar Anggy.

Baca Juga: Pengerjaan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Libatkan Warga Lokal, Ini Pesan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin

Ia menjelaskan film tersebut mengangkat sudut pandang baru dalam hubungan keluarga. Mulai dari relasi orang tua dan anak, menantu, hingga hubungan kakak dan adik ipar.

Menurutnya, konflik yang paling sering terjadi dalam rumah tangga baru ialah perseteruan antara pasangan suami istri dengan orang tua maupun saudara dari pihak keluarga.

“Apalagi ada masalah ekonomi dan banyak lagi,” kata Anggy dalam keterangan Persnya di Mal Plaza Jambu Dua, Minggu, 17 Mei 2026 sore.

Baca Juga: KPM di 514 Daerah Ini Mulai Terima Bansos BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu, Penyaluran Dilakukan Bertahap Lewat 4 Bank Himbara

Lewat film ini, penonton juga diajak memahami pentingnya komunikasi dan batasan dalam hubungan keluarga. Fairuz menilai perjuangan rumah tangga tidak bisa dilakukan sepihak.

“Perjuangan suami istri itu tidak bisa bertepuk sebelah tangan, jadi harus berjuang bareng,” ucapnya.

Ia juga menyinggung posisi laki-laki dalam keluarga yang kerap berada di persimpangan antara istri dan keluarga besarnya.

“Di sini kita bisa merefleksikan siapa yang bisa diprioritaskan,” jelas Anggy.

Proses produksi film tersebut berlangsung selama satu bulan dengan waktu syuting sekitar 20 hari, film ini ditargetkan tembus satu juta penonton. 

“Sebanyak-banyakanya, kepinginnya satu juta penonton, tapi apapun itu yang jelas kita sudah buat yang terbaik,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#suami adalah hama #film #bioskop