Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

5 Alasan Healing Forest Kian Populer di Bogor, dari Redakan Stres hingga Tingkatkan Imunitas

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:57 WIB
Healing forest, jadi cara hilangkan stres dan meningkatkan imun yang tengah digemari semua generasi saat ini. Foto: Laman Jungle Park
Healing forest, jadi cara hilangkan stres dan meningkatkan imun yang tengah digemari semua generasi saat ini. Foto: Laman Jungle Park

RADAR BOGOR – Treking di sejumlah gunung atau bukit, yang memiliki banyak pepohonan, rumput, tanah dan hijau-hijauan, atau yang lagi ramai disebut healing forest menjadi salah satu aktifitas yang bisa kita nikmati, salah satunya di Bogor.

Nyatanya, kegiatan healing forest tersebut meredakan stres dan bisa meningkatkan imunitas tubuh. Tak heran, banyak bermunculan pendaki pemula yang memilih aktifitas tersebut. Bogor menjadi lokasi yang lumayan banyak dikunjungi.

Fakta soal healing forest bisa meredakan stres dan jaga imunitas tubuh, disampaikan Guru Besar IPB University, Prof. Siti Badriyah Rushayati, yang menyoroti konsep healing forest atau terapi hutan sebagai salah satu solusi menghadapi tekanan hidup masyarakat modern.

Baca Juga: Siap-siap, 2 Bansos di Sektor Pendidikan Siap Cair Juli 2026

Menurut Prof. Siti, di tengah ancaman triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, hutan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hidup sekaligus kesehatan masyarakat.

Dalam orasi ilmiahnya di IPB University, Sabtu, 27 Juni 2026, dia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan paparan udara hutan mampu memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Salah satunya adalah meningkatkan aktivitas natural killer cells, yaitu sel imun yang berfungsi melawan infeksi dan sel kanker. Selain itu, terapi hutan juga terbukti membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kesehatan mental.

Baca Juga: Baru Buka di Cibinong, Sumur Daging Punya Sop Susu Creamy, Paket Hemat Mulai Rp17 Ribuan

Manfaat tersebut berasal dari phytoncide, senyawa alami yang dilepaskan pepohonan sebagai mekanisme perlindungan terhadap mikroorganisme dan gangguan lingkungan.

Bagi manusia, senyawa ini memiliki efek antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

"Paparan phytoncide secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental," jelas Prof. Siti.

Baca Juga: Kejutan Piala Dunia 2026, Paraguay Pulangkan Jerman Lewat Adu Penalti

Meski menawarkan banyak manfaat, ia menegaskan bahwa healing forest tidak bisa dilakukan di sembarang lokasi. Kawasan yang digunakan harus memiliki kualitas udara yang baik, tingkat kebisingan rendah, medan yang aman, serta suasana yang mendukung relaksasi.

"Seluruh panca indera harus dapat menyatu dengan alam. Jika lingkungannya bising, manfaat terapi hutan tidak akan optimal," ujarnya.

Selain berdampak pada kesehatan, konsep healing forest juga dinilai memiliki peluang ekonomi melalui pengembangan wisata berbasis jasa lingkungan.

Salah satu contoh penerapannya adalah di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang telah menyediakan paket wisata terapi hutan lengkap dengan jalur khusus dan pendamping profesional.

Baca Juga: Comeback Epik Brasil, Carlo Ancelotti Puji Mental Para Pemainnya

Prof. Siti menambahkan, upaya menghadapi krisis lingkungan global membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari konservasi dan restorasi ekosistem, pembangunan hutan kota, peningkatan vegetasi penyerap polutan, pemanfaatan teknologi, hingga kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, ketahanan iklim, kelestarian ekosistem, dan kesehatan masyarakat hanya dapat terwujud apabila pembangunan dilakukan selaras dengan fungsi dan manfaat jasa lingkungan hutan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#healing forest #imunitas #stres #hutan