GAZA-RADAR BOGOR, Anggota biro politik Hamas, Mohammad Nazzal, telah mengungkapkan pandangan terkait proposal Paris yang mencakup gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta pertukaran sandera. Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, telah menerima proposal tersebut setelah mempelajarinya. Nazzal menegaskan bahwa prioritas utama Hamas adalah menghentikan agresi dan menarik seluruh pasukan Israel dari Gaza.
Nazzal menyatakan bahwa gencatan senjata permanen adalah tujuan akhir Hamas, namun, hal ini bisa dilakukan dalam perjanjian tahap selanjutnya. Dia menekankan bahwa tanpa penarikan pasukan Israel dari Gaza, Hamas tidak dapat menerima proposal baru tersebut. Menurut Nazzal, gencatan senjata permanen akan bermanfaat bagi kedua belah pihak, mengingat alternatifnya adalah kelanjutan perang, dan Hamas bersedia mencapainya secara bertahap.
Dalam konteks ini, Nazzal juga menyatakan niat Hamas untuk membebaskan semua tawanan dari kedua belah pihak, meskipun menyadari bahwa negosiasi diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pembicaraan mengenai proposal baru ini berlangsung di Paris, Prancis, dengan keterlibatan Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Israel.
Pihak yang terlibat dalam negosiasi menyatakan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan tersebut telah mencapai hasil positif. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, menyatakan bahwa progress positif telah tercapai, sementara Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyampaikan bahwa situasinya lebih baik daripada beberapa pekan sebelumnya.
Kesepakatan baru melibatkan jeda pertempuran selama 45 hari dan pembebasan 35 sandera Israel sebagai bagian dari pertukaran dengan 4.000 tahanan Palestina. Meskipun Israel tetap menentang gencatan senjata permanen dan bertekad untuk menghancurkan Hamas, kelompok perlawanan Palestina ingin mengakhiri pertempuran. Sebelumnya, pada November 2023, Israel dan Hamas telah mencapai gencatan senjata selama satu pekan, menjadi perjanjian damai pertama mereka sejak agresi Israel terhadap Palestina pada Oktober 2023. Perjanjian tersebut mencakup jeda pertempuran, pertukaran tahanan/sandera, dan peningkatan bantuan untuk Gaza. (jpg/salsa-pkl)
editor: Yosep
Editor : Administrator