RADAR BOGOR, Jamaah haji asal Indonesia, khususnya Kabupaten Bogor dan Kota Bogor kini tengah mengalami cuaca ekstrem saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
Cuaca panas yang melanda disebut sangat mempengaruhi fisik jamaah.
"Kondisi cuaca di Mina itu kalau malam hari sekitar 38 sampai dengan 40 derajat. Kalau siang hari itu bisa 43 sampai dengan 48 derajat," kata salah satu jamaah haji asal Bogor Hudi Santoso.
Ia menjelaskan cuaca panas ini sangat menguras tenaga mereka. Bahkan petugas haji harus memberikan oralit untuk mencegah kehilangan cairan atau dehidrasi.
"Alhamdulillah sangat ampuh jadi sehari minimal satu kali kami harus minum oralit agar tidak dehidrasi," jelasnya.
Saat ini mereka tengah berada di Mina untuk melakukan lempar jumroh. Ibadah ini harus mereka lakukan dalam keadaan cuaca yang sangat panas.
Hudi menyebut panas itu sudah dimulai sejak pagi hari dan bahkan air conditioner (AC) maupun kipas yang disediakan tidak mampu meredakan panas yang dirasakan.
"Panas ini semua rasa tidak hanya orang tua, yang muda juga merasakan sampai menjadi mudah kelelahan. Ini yang kami rasakan khususnya jamaah asal Bogor," ungkapnya.
Hudi sendiri tergabung dalam maktab 46. Di Mina mereka ditempatkan di tenda-tenda. Namun ia menyayangkan sanitasi atau toilet yang dimiliki tenda tersebut buruk.
Jumlah toilet yang disediakan tidak sesuai dengan jumlah jamaah. Sehingga harus bergantian dan membuat antrean panjang.
"Toilet yang disediakan juga sepertinya tidak standar kesehatan. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah Arab Saudi," ujarnya. (rp1)
Editor : Alpin.