Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cuaca Lebih Sejuk, Jemaah Haji Diimbau Lontar Jumrah Sore Hari

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 18 Juni 2024 | 05:33 WIB

Ilustrasi Jemaah Haji
Ilustrasi Jemaah Haji


RADAR BOGOR – Setelah selesai pelaksanaan wukuf dan mabit di muzdalifah, jemaah mulai melakoni rangkaian melontar jumrah sekaligus mabit di Mina.

Jemaah diimbau untuk memilih waktu yang tepat, diantaranya sore hari untuk mencegah sengatan matahari.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah menetapkan jadwal melontar jumrah untuk jemaah.

Yakni mulai pukul 05.00 hingga 11.00 WAS, 11.00 sampai dengan 17.00 WAS, serta 17.00 hingga 00.00 WAS.

Kemenag menyampaikan diantara pilihan waktu tersebut, jemaah bisa memilih waktu sore atau malam hari. Dengan pertimbangan cuaca lebih bersahabat.

’’PPIH mengingatkan jemaah agar mematuhi ketetapan waktu lontar jumrah yang sudah ditentukan,’’ kata anggota Media Center Kemenag Widi Dwinanda di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (17/6).

Dia mengatakan jadwal tersebut sudah disusun, untuk mengurangi resiko kepadatan jemaah di area lontar jumrah.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Widi menyampaikan sejumlah petugas ditempatkan di sekitar area melontar jumrah.

Tujuannya untuk mengarahkan jemaah. Kemudian juga memastikan jemaah haji Indonesia melaksanakan kegiatan lontar jumrah dengan aman dan selamat hingga kembali ke rute menuju tendanya.

Selain itu, jemaah haji diimbau supaya saat berangkat maupun pulang tetap di rombongan regu atau kloternya.

Sehingga tidak sampai tersesat ketika kembali ke tendanya.

’’Tidak perlu tergesa-gesa ketika berjalan menuju jamarat (lokasi melontar jumrah),’’ katanya.

Begitupun saat kembali, juga harus dipastikan rombongannya komplit.

Meskipun memilih waktu sore hari, jemaah sebaiknya tetap membawa bekal air minum saat menuju ke jamarat.

Kemudian juga membawa perlengkapan dokumen seperti paspor, visa, gelang tangan, dan identitas rombongannya.

Supaya mudah diidentifikasi ketika terjadi kondisi darurat. Seperti terlepas dari rombongannya atau yang lainnya.

Meskipun sudah banyak petugas yang ditempatkan di jamarat, jemaah juga bisa saling membantu ketika menemukan jemaah lain yang kesulitan.

Minimal dibantu sampai dengan diarahkan ke petugas haji paling dekat.

Sampai selesainya melakukan lontar jumrah, jemaah tinggal di Mina dan melakukan aktivitas yang positif.

Diantaranya memperbanyak zikir serta mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Jemaah juga diimbau untuk melantunkan takbir serta membaca Alquran.

’’Karena Mina adalah salah satu tempat yang mustajab,’’ tuturnya.

Untuk itu jemaah diminta untuk banyak melantunkan doa ketika berada di tenda di Mina.

Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa dengan keterbatasan area di Mina, kondisi di setiap tenda cukup padat. (wan)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#indonesia #haji #melontar jumrah