Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah Sempat Pamitan, Ini Cerita Anak Almarhum Adjum Jemaah Haji Asal Kota Bogor yang Wafat di Mekkah

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 23 Juni 2024 | 20:32 WIB
Keluarga almarhum Adjum Djunaedi, jamaah haji asal Kota Bogor yang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi.
Keluarga almarhum Adjum Djunaedi, jamaah haji asal Kota Bogor yang meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi.

RADAR BOGOR, Meninggalnya Adjum Djunaedi, salah satu jamaah haji asal Kota Bogor di Mekkah menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Jamaah haji berumur 74 tahun ini berasal dari Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, dan tergabung di Kloter 59.

Anak Adjum, Rini Septiani menceritakan, keluarganya sudah sempat mendapatkan firasat atas kepergian ayahnya yang sedang menjalankan ibadah haji.

"Saat mau ke Arofah, bapak sempat ngomong kalau dia akan sulit dihubungi beberapa hari kedepan. Setelah itu hanya ngirim pesan soal kondisinya," katanya kepada Radar Bogor.

Selepas tidak berhubungan intens pimpinan kloter Kota Bogor memberi kabar kalau ayahnya jatuh sakit.

Ayahnya sakit akibat dehidrasi sehingga dibawa ke rumah sakit pada Senin (17/6/2024) sore.

Rini mengetahui kabar ini pun setelah dirinya berinisiatif menghubungi teman se-kloter ayahnya. Ia mengaku memberanikan diri untuk mencari tahu setelah gelisah tak ada kabar dari ayahnya.

"Sakitnya cuma dua hari, sama petugas haji, diinfokan sakit dehidrasi sama masuk angin. Karena mungkin memang cuaca di sana panas, kita juga dengar berita cuaca di sana tuh sampe 40 derajat ke atas," ungkapnya.

Setelah mengetahui ayahnya sakit, ia dan keluarga sempat bersua lewat video call (vc). Di saat itu, Adjum hanya meminta doa dari keluarganya agar diberikan yang terbaik.

Namun takdir berkata lain, Adjum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Mekkah. Kabar meninggalnya pun disampaikan ke keluarganya di Indonesia.

"Akhirnya Selasa (18/6/2024) jam 4 subuh ditelepon kalau bapak sudah nggak ada (meninggal),"

Kabar meninggalnya Adjum sangat membuat sedih keluarganya. Sebab Adjum diketahui tidak memiliki riwayat penyakit saat pergi. Ia bahkan dalam keadaan sehat saat diantarkan keluarganya untuk berangkat ke tanah suci.

"Yah, kita semua juga pasti sedih ya, karena maksudnya kita tuh berharap bapak pulang nggak cuma koper saja, tapi sama bapak juga," bebernya.

Rini menerangkan, kepergian Adjum sebenarnya telah diketahui saudara kandung Adjum. Sebelum berangkat Adjum berpamitan ke saudara-saudaranya.

Adjum berpesan siap meninggal dunia di Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji.

Hal itu akhirnya kejadian dan diceritakan ke Rini saat mereka berkumpul di rumah duka.

"Sebelum berangkat itu sudah pamit ke adik-adiknya, bapak bilang kalau bapak sudah siap meninggal di sana, sudah ikhlas. Tapi kalau ke anak-anaknya gak bilang malah,” kenangnya.

Namun begitu, Rini mengatakan keluarganya sudah ikhlas atas kepergian ayahnya. Apalagi kepergian Adjum di tempat yang paling diidamkan seluruh umat muslim.

"Dimakamkan disana juga kan. InsyaAllah kalau ada rejeki diantara anak-anaknya ini bisa ziarah langsung kesana (Mekkah) ke makam bapak,” ungkapnya.

Anak Adjum yang lain, Evi Maulana mengatakan ayahnya mendaftar untuk haji pada Juli 2013 lalu. Adjum mendaftar Deng uang tabungan dari bekerja sebagai sopir pribadi dosen IPB University.

“Bapak itu pensiunan di pertanian. Setelah pensiun bapak orangnya gamau diem lah gitu. Terus dia langsung nyari kerjaan. Jadilah sopir pribadi dosen,” ungkapnya.

Saat mendaftar, Adjum berencana pergi dengan istrinya namun istrinya meninggal dunia pada 2019 sehingga batal berangkat. Adjum bahkan sebenarnya mendapatkan jadwal di 2025 nanti.

“Kalau jadwal 2025, tapi beruntung berangkat 2024. Bapak itu bahkan awalnya elalu bertanya apakah kesampaian berangkat haji atau tidak. Saat bisa berangkat dia sangat antusias," katanya. (rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #jamaah haji #mekkah #meninggal dunia