RADAR BOGOR – Pemungutan suara pemilihan umum (pemilu) di Inggris, Kamis (4/7) diprediksi mengukir sejarah.
Untuk kali pertama, Partai Buruh unggul dan mengakhiri kejayaan Partai Konservatif yang berkuasa selama 14 tahun terakhir.
Partai Buruh pimpinan Keir Starmer yang berhaluan kiri-tengah diperkirakan akan memenangkan pemilu pertama mereka sejak 2005.
Serangkaian jajak pendapat jelang pemilu telah memperkirakan kemenangan Partai Buruh yang disebut sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah itu.
’’Masa depan Inggris sedang ditentukan. Tetapi, perubahan hanya akan terjadi jika Anda memilihnya,’’ ujar Keir Starmer.
Jika kemenangan itu terjadi, pemimpin Tory (sebutan Partai Konservatif) yang juga Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan lengser dari jabatannya.
Pemungutan suara dilakukan untuk memilih 650 anggota parlemen di House of Commons –majelis rendah parlemen– yang masing-masing mewakili daerah pemilihan atau kursi.
Sebanyak 543 kursi berada di Inggris, 57 kursi di Skotlandia, 32 kursi di Wales, dan 18 di Irlandia Utara.
Pemilu di Inggris menggunakan sistem first-past-the-post.
Ya, partai serta kandidat dengan suara terbanyaklah yang unggul.
Agar mendapatkan suara mayoritas keseluruhan, partai wajib mengantongi minimal 326 kursi.
Pemungutan suara dibuka pukul 07.00 kemarin waktu setempat dan ditutup pukul 22.00 waktu setempat.
Lembaga penyiaran kemudian mengumumkan exit poll, yang biasanya memberikan gambaran akurat tentang kinerja partai-partai utama.
Tercatat, disediakan 40.000 lebih tempat pemungutan suara di seluruh wilayah.
Mulai dari aula gereja, pusat komunitas dan sekolah, hingga tempat-tempat yang tidak biasa seperti pub dan bahkan kapal.
Sunak termasuk salah satu yang kali pertama memberikan suara.
Yakni di daerah pemilihannya di Richmond dan Northallerton di Yorkshire, Inggris Utara.
Sementara Starmer memberikan suara sekitar dua jam kemudian di kursinya di London Utara.
’’Saya baru saja kembali dari Australia dan saya merasa segalanya menjadi salah di negara ini dan banyak orang yang tidak puas,’’ kata Ianthe Jacob, seorang penulis berusia 32 tahun, setelah memberikan suara di Hackney, wilayah timur London.
Hal senada diutarakan Judith, siswi 22 tahun, di Saint Albans, utara London.
’’Saya tidak terlalu memercayai salah satu dari mereka tetapi akan memilih. Banyak teman saya merasakan hal yang sama,’’ ujarnya.
Jajak pendapat menunjukkan para pemilih akan ’’menghukum’’ Partai Konservatif setelah 14 tahun pemerintahan.
Pemilih menilai, selama Tory memimpin, sering terjadi kekacauan.
Sejumlah menteri juga diyakini akan kehilangan jabatan, bahkan posisi Sunak sendiri mungkin tidak akan aman.
Itu akan menjadikannya PM pertama yang tidak bisa mempertahankan kursinya dalam pemilihan umum.
’’Saya menghargai rasa frustrasi masyarakat terhadap partai kami. Tetapi pemungutan suara besok (kemarin) adalah pemungutan suara tentang masa depan,’’ respons Sunak. (dee/c17/bay)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim