Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

CEO Telegram Ditangkap Otoritas Prancis, Inilah Deretan Kesalahan yang Disangkakan kepada Pavel Durov

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 26 Agustus 2024 | 06:16 WIB

Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov.
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov.

RADAR BOGOR – Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov ditangkap otoritas keamanan Prancis.

Bos Telegram yang merupakan miliarder asal Rusia itu diamankan saat baru mendarat dengan pesawat pribadinya di Bandara Le Bourget, Paris, Sabtu (24/8) waktu setempat.

Penangkapan Durov disebut terkait dengan aplikasi Telegram.

OFMIN Prancis, lembaga yang bertugas mencegah kekerasan terhadap anak di bawah umur, telah mendesak penangkapan Durov.

Hal itu terkait dengan penyelidikan atas dugaan pelanggaran, termasuk penipuan, perundungan siber hingga kejahatan terorganisasi.

Durov dituduh gagal mencegah munculnya tindak kriminal dalam platformnya.

Telegram dinilai tidak memiliki filter moderasi yang cukup untuk mencegah potensi kejahatan.

’’Impunitas Telegram sudah cukup,’’ ucap salah seorang penyelidik.

Dia terkejut bahwa Durov nekat terbang ke Paris mengingat status ’’persona nongrata’’ pada dirinya.

Di sisi lain, Rusia menuduh Prancis menolak bersikap kooperatif.

Otoritas Rusia telah meminta akses ke Durov, tetapi tidak mendapat tanggapan dari Prancis.

’’Kami segera meminta pihak berwenang Prancis untuk menjelaskan alasan penahanan ini dan menuntut agar hak-haknya dilindungi dan akses konsuler diberikan,’’ ujar Kedutaan Rusia di Paris dalam sebuah pernyataan.

Telegram yang kini berkantor pusat di Uni Emirat Arab memiliki anggota hingga 200 ribu grup.

Telegram dituding terlibat dalam menyebarkan kabar palsu hingga viral diantaranya konspirasi dan konten terlarang lainnya.

Beberapa analis juga menyebut Telegram sebagai ”medan perang virtual” antara Rusia vs Ukraina. (dee/c14/bay)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#telegram #pavel durov #prancis