Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

W20 Summit Brazil, Delegasi Indonesia Gaungkan Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kesetaraan Gender

Omer Ritonga • Senin, 14 Oktober 2024 | 14:59 WIB
W20 yang diadakan pada awal Oktober lalu di Rio de Janeiro.
W20 yang diadakan pada awal Oktober lalu di Rio de Janeiro.

RADAR BOGOR - Delegasi Indonesia yang dipimpin Hadriani Uli Silalahi dan Dian Siswarini, dengan tegas menyerukan kebijakan inklusif untuk meningkatkan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan selama Pertemuan Wanita 20 atau W20, yang diadakan pada awal Oktober lalu di Rio de Janeiro.

Acara ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk melakukan perubahan besar bagi perempuan di berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, dan pendidikan, sebagai bagian dari diskusi G20.

Materi tentang tinjauan presiden Indonesia, India, Brazil, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat disampaikan oleh Hadriani Uli Silalahi, Ketua W20 Presiden Indonesia. Dian Siswarini, Co-Chair W20 Indonesia, juga membawakan materi tentang masalah wirausaha perempuan seperti akses pembiayaan, modal, dan pasar.

Farahdibha Tenrilemba, delegasi W20, menyampaikan materi tentang rekomendasi ekonomi untuk perawatan. Terakhir, Tantri Dyah Kiranadewi, delegasi W20, menyampaikan materi tentang kemajuan kebijakan dan program yang dilakukan oleh anggota G20.

Adriani Uli Silalahi menggarisbawahi pentingnya saran W20 untuk mempercepat kesetaraan gender. Menurutnya, dokumen ini berfungsi sebagai pedoman bagi negara anggota G20 dan juga merupakan alat penting untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor ekonomi.

Hadriani Uli Silalahi menyatakan bahwa rekomendasi W20 tidak hanya penting untuk mempercepat kesetaraan gender, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memberdayakan perempuan secara ekonomi dalam kerangka pembangunan global.

Dian Siswarini, Co-Chair W20 Indonesia, menyatakan bahwa memberdayakan perempuan memberdayakan bangsa, dan kesetaraan gender merupakan tujuan dan kunci untuk memaksimalkan potensi ekonomi global.

"Kami telah menunjukkan melalui inisiatif seperti Sisternet bahwa pendekatan praktis berbasis komunitas dapat memiliki efek yang bertahan lama," kata Dian. Ia menyatakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk membawa model-model ini ke tingkat global.

Brazil bertanggung jawab atas perhelatan G20 tahun ini, yang akan mencakup pertemuan Women 20 (W20) yang bersejarah. W20 adalah acara utama G20 yang berkonsentrasi pada masalah kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Perwakilan dari W20, sektor swasta dan publik, akademisi, dan pemimpin masyarakat sipil dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas dan mendorong kebijakan global yang mendukung agenda kesetaraan gender.

Pengesahan Communiqué, atau rekomendasi penting yang disampaikan kepada presidensi G20, adalah tujuan pertemuan ini.

W20 tahun ini berkonsentrasi pada lima pilar utama: kewirausahaan, ekonomi perawatan, Sains, Teknologi, Matematika, dan Sains (STEM), keadilan iklim, dan kekerasan berbasis gender.

Selain itu, perspektif interseksionalitas antara ras dan etnis dimasukkan ke dalam setiap pilar ini. Tujuan KTT kali ini adalah untuk mendorong kebijakan inklusif yang mendukung pemberdayaan perempuan dan meningkatkan peran wanita dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik global.

Perwakilan dari negara-negara anggota G20 seperti Australia, India, Argentina, Italia, Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Kanada, dan lainnya juga hadir.

Dian menyatakan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah masalah mendesak yang perlu menjadi perhatian setiap negara.

Ia berpendapat bahwa kolaborasi internasional sangat penting untuk menghasilkan perubahan, dan grup seperti W20 memberikan peluang bagi negara-negara untuk bertukar gagasan dan praktik terbaik serta membuat kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Di W20 Indonesia, program Sisternet, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan, telah menunjukkan banyak keberhasilan. Presiden Joko Widodo telah memberikan penghargaan Satya Lencana Wira Karya untuk program ini.

Dian juga menekankan betapa pentingnya W20 untuk mendorong percakapan antarnegara dan mendukung agenda kesetaraan gender yang lebih luas.

W20 memberi negara-negara anggota G20 kesempatan untuk bekerja sama dalam membuat kebijakan yang mendukung perempuan, termasuk pemberdayaan ekonomi, akses teknologi, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Oleh karena itu, menurut Uli, pemberdayaan ekonomi perempuan sangat penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Di Indonesia, 64% dari 65,5 juta UMKM dimiliki oleh perempuan.

Negara-negara akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan berdaya saing tinggi dengan meningkatkan akses perempuan terhadap peluang ekonomi.

Ia berharap negara-negara anggota G20 segera mengadopsi rekomendasi ini, yang akan berdampak besar pada perempuan di seluruh dunia.

W20 2024 meminta para pemimpin G20 untuk memperkuat komitmen mereka untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dalam pernyataan terbarunya di Brazil, W20 menuntut tindakan nyata untuk memenuhi komitmen Brisbane 2014 untuk mengurangi kesenjangan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sebesar 25 persen pada tahun 2025.

W20 juga menekankan bahwa penutupan kesenjangan digital, peningkatan partisipasi perempuan di bidang STEM, penerapan kode pembiayaan untuk pengusaha perempuan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan, dan investasi dalam infrastruktur layanan dan perlindungan sosial sangat penting.

W20 juga mendorong para pemimpin G20 untuk memantau dan melaporkan kemajuan investasi yang mendukung perempuan secara publik dengan menggunakan dashboard gender yang terstandarisasi dari hasil G20.

Mereka meminta dana untuk pengumpulan data sensitif gender dan komitmen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG-5) kesetaraan gender pada tahun 2030.

W20 percaya bahwa dengan menerapkan inisiatif ini, pertumbuhan ekonomi dan sosial akan meningkat, memperkuat daya tahan negara-negara G20 dalam menghadapi tantangan global.

Lebih dari 1.000 delegasi lintas negara akan menghadiri G20 presidensi Brazil 2024, dan rekomendasi yang disampaikan oleh delegasi Indonesia akan memainkan peran penting dalam pembuatan kebijakan yang mendorong kesetaraan gender di masa depan. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#indonesia #brazil #W20 Summit