RADAR BOGOR - Hingga 29 Oktober, Gunung Fuji di Jepang masih tanpa salju, mencatat periode terlama tanpa salju sejak pencatatan dimulai 130 tahun lalu.
Biasanya, salju mulai muncul di Gunung Fuji sekitar 2 Oktober.
Namun, tahun ini cuaca yang hangat membuat salju belum terlihat sama sekali di Gunung Fuji.
Yutaka Katsuta, seorang peramal cuaca, menyatakan bahwa suhu tinggi di musim panas menghalangi udara dingin yang biasanya membawa salju.
"Temperatur yang tinggi terjadi musim panas ini, dan kondisi panas ini berlanjut hingga September, menghalangi masuknya udara dingin," kata Yutaka Katsuta kepada AFP dikutip dari The Guardian Kamis (31/10/2024).
Ini adalah tanggal terbaru di mana Gunung Fuji tidak memiliki salju sejak data dimulai pada tahun 1894, mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 26 Oktober di tahun 1955 dan 2016.
Musim panas ini juga tercatat sebagai yang terpanas, dengan gelombang panas ekstrem yang melanda banyak bagian dunia.
Meskipun Gunung Fuji biasanya tertutup salju hampir sepanjang tahun, selama musim pendakian dari Juli hingga September, lebih dari 220.000 orang mengunjungi gunung ini setiap tahun.
Banyak pendaki yang memilih mendaki di malam hari untuk melihat matahari terbit dari puncak setinggi 3.776 meter.
Namun, jumlah pendaki tahun ini mengalami penurunan setelah pihak berwenang Jepang menerapkan biaya masuk dan batasan jumlah pengunjung guna mengatasi masalah overtourism.
Gunung Fuji, yang terkenal dengan keindahan dan kesimetrisannya, juga telah diabadikan dalam banyak karya seni, termasuk "Great Wave" oleh Hokusai.
Sebagai informasi tambahan, Gunung Fuji ini terakhir meletus sekitar 300 tahun yang lalu.***
Editor : Halimatu Sadiah