RADAR BOGOR — OpenAI mencatat pencapaian signifikan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Pada 20 Desember lalu, sistem terbaru mereka, OpenAI o3, berhasil meraih skor 85 persen dalam uji ARC-AGI.
Angkat itu jauh melampaui rekor AI sebelumnya yang hanya mencapai 55 persen.
Skor ini setara dengan rata-rata skor manusia dalam pengujian yang sama, menunjukkan kemajuan besar menuju penciptaan Artificial General Intelligence (AGI).
ARC-AGI merupakan tolok ukur yang dirancang untuk menguji kemampuan AI dalam beradaptasi dengan situasi baru menggunakan sedikit contoh.
François Chollet, peneliti AI asal Prancis yang merancang tes ini, menjelaskan bahwa ARC-AGI mengukur ’’sample efficiency’’, yang merupakan indikator penting dalam kecerdasan umum.
’’Kemampuan AI untuk memecahkan masalah baru dengan data yang terbatas adalah kunci utama dalam mengembangkan AGI,’’ ujar Chollet, Jumat (27/12).
Sebelumnya, sistem AI seperti GPT-4 masih memiliki keterbatasan dalam efisiensi sampel.
Mereka dilatih menggunakan jutaan data teks manusia dan membangun pola probabilistik tentang teks, tetapi cenderung kurang efektif dalam menyelesaikan tugas yang tidak umum.
Namun, hasil terbaru OpenAI o3 menunjukkan kemampuan adaptasi yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya.
’’Sistem ini tampaknya sangat adaptif, mampu menemukan aturan dari beberapa contoh dan menggeneralisasikannya,’’ ujar seorang peneliti AI yang terlibat dalam pengujian awal.
Meski demikian, OpenAI belum sepenuhnya mengungkap rincian teknis terkait bagaimana o3 mencapai hasil ini.
OpenAI menyatakan bahwa model ini telah menjalani pelatihan khusus yang difokuskan untuk menghadapi tes ARC-AGI. (din/bay)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim