Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebakaran Los Angeles Paling Mahal dalam Sejarah Amerika Serikat, Kerugian yang Diasuransikan Diperkirakan Rp129,6 Triliun

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 11 Januari 2025 | 09:14 WIB
Kebakaran di Los Angeles menelan banyak kerugian.
Kebakaran di Los Angeles menelan banyak kerugian.

RADAR BOGOR – Kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat, belum terkendali. Sampai Jumat (10/1) malam pukul 21.00 WIB, sebanyak 180 ribu warga telah dievakuasi.

Korban meninggal dunia pun bertambah jadi 10 orang.

Petugas pemadam kebakaran sudah berupaya sangat keras menjinakkan si jago merah, tapi kebakaran yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Los Angeles itu masih sulit dipadamkan.

Sejak kali pertama terjadi pada Selasa (7/1) pagi, api berkobar hingga 19.978 hektare.

Sekitar 5.300 bangunan hancur. Industri asuransi mengkhawatirkan itu bakal menjadi salah satu kebakaran hutan paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat dengan kerugian yang diasuransikan diperkirakan di atas USD 8 miliar atau sekitar Rp 129,6 triliun.

Itu tak terlepas dari tingginya nilai properti di jalur kebakaran.

Kebakaran tersebut juga mengakibatkan rumah sejumlah artis Hollywood di kawasan Pacific Palisades ikut dilalap api.

Di antaranya, rumah Billy Crystal, Adam Brody, dan Paris Hilton.

Marak Penjarahan

Polisi juga mendapat banyak laporan kasus pencurian dan penjarahan pada puing-puing rumah terdampak.

Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan bahwa pemberlakuan jam malam terus dilakukan dan Garda Nasional Negara Bagian California siap berpatroli di area-area terdampak.

”Namun, dengan luasnya area yang hangus terbakar, warga yang mengungsi khawatir tidak ada upaya yang dilakukan dan nekat melakukan patroli sendiri,” ujar Luna.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan, para personel Garda Nasional menjadi bagian dari ribuan personel negara bagian yang dikerahkan ke Los Angeles.

”Bagi mereka yang ingin mengambil keuntungan dari masyarakat yang dievakuasi, izinkan saya memperjelas bahwa penjarahan tidak akan ditoleransi,” beber Newsom.

Untuk kawasan Pacific Palisades, tim petugas pemadam mengatakan bahwa mereka sebenarnya mulai dapat mengendalikan kobaran api.

Namun, setelah angin kencang kembali berembus, titik-titik api baru terus muncul. (agf/c6/ttg)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#los angeles #amerika serikat #kebakaran