RADAR BOGOR – Kebakaran di Negara Bagian California, Amerika Serikat, yang terjadi sejak pekan lalu masih sulit dipadamkan.
Laporan terakhir, 16 orang tewas dan 10 ribu bangunan diperkirakan hancur.
Jumlah itu diperkirakan masih terus bertambah.
Hingga kini, kebakaran di Los Angeles (LA) itu masih berkobar.
Angin kering sebagai pemicu membesarnya api masih berembus kencang.
Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) sudah memperingatkan hal ini.
Bahkan, mereka memberi tanda bendera merah yang berarti kondisi cuaca kebakaran yang kritis.
Kepala Kamar Dagang Malibu Pacific Palisades Barbara Bruderlin menyebut kejadian ini sebagai kehancuran dan kerugian total.
’’Ada beberapa area yang semuanya sudah tidak ada. Bahkan tidak ada sebatang kayu pun yang tersisa. Yang tersisa hanyalah tanah,’’ ujarnya.
Wali Kota LA Karen Bass dikritik karena saat awal kejadian dia masih di Ghana.
Dia menjadi delegasi Gedung Putih untuk pelantikan presiden Ghana.
Kelompok sayap kiri menuduh wali kota memotong anggaran pemadam kebakaran (PMK) untuk biaya peningkatan tugas kepolisian.
’’Penghentian pendanaan program-program kota lainnya secara terus-menerus untuk memberikan dana miliaran dolar kepada LAPD setiap tahun memiliki konsekuensi,’’ kata pengacara dan organisator di People’s City Council LA Ricci Sergienko.
Kepala pemadam kebakaran Los Angeles, Kristin Crowley mengatakan, ada pemotongan dana USD 17 juta untuk departemennya.
Selain itu, ada masalah dengan pasokan air ke hidran.
Dua hal ini melemahkan kemampuan petugas PMK saat merespons kebakaran.
’’Pesan saya adalah pemadam kebakaran perlu didanai dengan baik,’’ kata Crowley.
Para pejabat memperkirakan kebakaran ini telah menyapu bersih sedikitnya 5.000 bangunan.
Banyak rumah di Pacific Palisades yang merupakan rumah mewah tidak luput dari amukan si jago merah.
NWS memperkirakan ada periode panjang kondisi cuaca kebakaran yang meningkat hingga berpotensi kritis sampai Rabu nanti.
Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI bersama KJRI LA terus memantau situasi kebakaran yang terjadi.
Terlebih, hingga 10 Januari waktu setempat, titik api baru terus bermunculan setelah sehari sebelumnya muncul di Kenneth Hills.
Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Ciomas Bogor Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik
Area kebakaran di wilayah Pacific Palisades pun semakin meluas hingga mencapai Santa Monica.
Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha, berdasar hasil koordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia, hingga saat ini tidak terdapat informasi WNI yang menjadi korban meninggal.
’’Meski demikian, hotline KJRI LA juga menerima laporan adanya empat WNI yang terdampak,’’ tuturnya.
Selain itu, terdapat diaspora Indonesia yang telah berstatus WNA dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini.
Empat WNI tersebut telah mendapatkan asistensi dari KJRI LA. (lyn/mia/c19/bay)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim