Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

352 Sekolah Terpaksa Diliburkan, Bangkok Thailand Alami Polusi Terparah di Lima Tahun Terakhir

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 25 Januari 2025 | 04:15 WIB
Polusi di Bangkok, Thailand sudah parah sehingga harus meliburkan sekolah.
Polusi di Bangkok, Thailand sudah parah sehingga harus meliburkan sekolah.

RADAR BOGOR – Aktivitas ratusan sekolah di Bangkok, Thailand terpaksa diliburkan Jumat (24/1).

Penutupan sekolah itu dilakukan karena tingkat polusi di ibu kota Thailand tersebut masuk kategori tidak sehat.

Pejabat Bangkok mengumumkan, transportasi umum gratis selama seminggu.

Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi lalu lintas di kota yang terkenal dengan asap knalpot yang berbahaya.

Polusi udara musiman telah lama melanda Thailand, seperti banyak negara di kawasan tersebut, tetapi kondisi berkabut minggu ini telah menutup sebagian besar sekolah sejak 2020.

Kejadian kemarin disebut yang terparah dalam lima tahun terakhir.

’’Pemerintah Kota Bangkok telah menutup 352 sekolah di 31 distrik akibat polusi udara,’’ sebut otoritas itu dalam sebuah pesan yang dibagikan di grup LINE resminya.

Sehari sebelumnya, lebih dari 250 sekolah di Bangkok ditutup akibat polusi.

Pejabat telah mendesak warga untuk bekerja dari rumah dan membatasi kendaraan berat di kota.

Polusi udara melanda Bangkok secara musiman.

Penyebabnya adalah udara musim dingin yang lebih dingin dan stagnan berpadu dengan asap dari pembakaran tunggul tanaman dan asap mobil.

Data IQAir Jumat (24/1) menunjukkan, tingkat polutan PM2.5 –partikel mikro penyebab kanker yang cukup kecil untuk memasuki aliran darah melalui paru-paru mencapai 108 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menjadikan ibu kota Thailand sebagai kota besar ketujuh paling tercemar di dunia saat ini.

Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul pada Kamis mengeluarkan larangan pembakaran jerami dan sisa tanaman secara sengaja untuk membersihkan ladang.

Pelaku yang ketahuan menghadapi risiko tuntutan hukum.

Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra, yang saat ini menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Swiss, menyerukan tindakan yang lebih keras untuk mengatasi polusi.

Termasuk membatasi pembangunan di ibu kota dan mencari dukungan kerja sama dari negara-negara tetangga.

Penutupan sekolah-sekolah di Bangkok terjadi setelah Unicef menyatakan dalam sebuah laporan bahwa 242 juta anak-anak bersekolah di sekolah-sekolah yang terpengaruh oleh guncangan iklim pada 2024.

Di luar Bangkok, kota-kota di negara tetangga Vietnam dan Kamboja juga menempati peringkat tinggi versi IQAir.

Ho Chi Minh menempati urutan kedua dan Phnom Penh di urutan kelima.

Kementerian Lingkungan Kamboja mengonfirmasi pada Jumat bahwa kualitas udara di Phnom Penh dan tiga provinsi lainnya telah mencapai tingkat merah. Itu berarti sangat tercemar.

Kementerian tersebut menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa polusi udara disebabkan perubahan iklim, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan.

Baca Juga: Hidden Valley Hills: Rekomendasi Staycation Warga Bogor saat Liburan, Ada 7 Pilar Legenda Purba dan Peninggalan Sejarah

Kementerian mendesak masyarakat untuk memantau kesehatan mereka dan menghindari aktivitas di luar ruangan. (*/c7/bay)

Editor : Siti Dewi Yanti
#sekolah #thailand #polusi #bangkok