Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bos Meta Mark Zuckerberg Hapus Program Keberagaman di Medsos, Kenapa? Biar Update SImak Penjelasannya

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 13 Februari 2025 | 10:05 WIB
CEO Meta, Mark Zuckerberg.
CEO Meta, Mark Zuckerberg.

RADAR BOGOR — Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, secara resmi mengumumkan pembatalan program keberagaman, ekuitas, dan inklusivitas (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI).

Keputusan ini diambil CEO Meta Mark Zuckerberg seiring dengan meningkatnya tekanan politik, perubahan lanskap hukum, serta strategi baru perusahaan dalam menghadapi dinamika industri teknologi.

Langkah ini menuai beragam respons, termasuk kritik tajam dari aktivis dan mantan karyawan.

Mereka menilai Meta telah meninggalkan komitmen keberagamannya.

Pada 2019, Meta berambisi untuk memastikan bahwa setengah dari tenaga kerjanya berasal dari latar belakang minoritas.

Maxine Williams, mantan Chief Diversity Officer Meta, sempat optimistis terhadap pencapaian target tersebut.

Namun, pada 10 Januari 2025, sebagian besar inisiatif itu resmi dihapus.

’’Dulu, jika Anda ingin bekerja di perusahaan yang menghargai keberagaman, Facebook adalah tempatnya,’’ kata seorang mantan perekrut di tim DEI Meta.

’’Maxine Williams adalah sosok yang dihormati, dan banyak orang ingin bergabung untuk mengikuti inisiatif yang dipimpinnya. Saat itu, kami menjadi acuan dalam upaya keberagaman di industri teknologi,’’ tambahnya, Rabu (12/2).

Menurut memo internal yang ditulis oleh Janelle Gale, Wakil Presiden Sumber Daya Manusia Meta, keputusan ini sebagian besar dipengaruhi oleh anggapan bahwa istilah ‘’DEI’’ telah menjadi kontroversial dan dipandang sebagai kebijakan yang memberikan perlakuan istimewa bagi kelompok tertentu. (din/bay)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#meta #instagram #facebook #mark zuckerberg