RADAR BOGOR — Finlandia resmi memulai produksi komersial hidrogen hijau pertamanya.
Melalui perusahaan P2X Solutions, hal itu menandai langkah signifikan dalam pengembangan energi bersih di benua biru.
Di saat sejumlah perusahaan besar Eropa, seperti BP dari Inggris, Repsol dari Spanyol, serta Norsk Hydro dari Norwegia, memilih membatalkan atau menunda proyek hidrogen hijau, P2X Solutions justru berhasil melanjutkan proyeknya hingga tahap produksi.
’’Kami termasuk yang pertama di Eropa yang memulai produksi dalam skala ini,’’ kata Herkko Plit, CEO P2X Solutions.
Fasilitas produksi yang berlokasi di Harjavalta, Finlandia Barat, memiliki kapasitas 20 MW.
Kemudian akan diperluas dengan pembangunan fasilitas metanasi yang dijadwalkan beroperasi pada tahap selanjutnya.
Pabrik ini menggunakan listrik dari sumber terbarukan, terutama tenaga angin yang melimpah di Finlandia.
Alhasil, hidrogen yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai ’’energi hijau’’.
Keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari dukungan finansial.
P2X Solutions menerima hibah investasi sebesar 26 juta euro (sekitar Rp443 miliar) dari Kementerian Urusan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Finlandia serta pinjaman modal sebesar 10 juta euro (sekitar Rp 170 miliar) dari Dana Iklim Finlandia.
Plit menjelaskan bahwa keputusan investasi ini sudah dibuat sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Perang tersebut menyebabkan lonjakan inflasi dan permintaan bahan bakar fosil.
Hal itu menghambat perkembangan pasar bahan bakar bersih seperti hidrogen hijau.
Situasi itu yang membuat P2X Solutions menerapkan kebijakan pengembangan bertahap.
’’Strategi perusahaan kami adalah meningkatkan skala produksi dengan mempertimbangkan risiko pasar dan teknologi,’’ ujar Plit. (din/bay)
Editor : Siti Dewi Yanti