RADAR BOGOR - Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di ruang Oval Gedung Putih awalnya berjalan dengan baik.
Namun kemudian Donald Trump dan Volodymyr Zelensky terlibat adu mulut yang mengakibatkan rombongan Zelensky meninggalkan ruangan tersebut.
Dialog yang awalnya berencana untuk membahas kerjasama sektor mineral, justru berkembang menjadi perdebatan sengit.
Wakil Presiden, Vance yang turut hadir mendampingi Trump menuduh Zelensky “tidak tahu terima kasih” terhadap dukungan Amerika Serikat ketika Zelensky mempertanyakan seruan yang disampaikan sang Wapres AS soal “diplomasi” dengan Rusia.
Lalu, Trump juga menuduh Zelensky tidak menghormati pemerintah AS saat ini.
Gedung putih akhirnya buka suara setelah perdebatan Trump dan Zelensky.
Melalui Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt membenarkan bahwa Trump meminta Zelensky dan rombongannya pergi meninggalkan istana kepresidenan tersebut.
Trump meminta Zelensky untuk meninggalkan istana kepresidenan karena dinilai tidak sedang dalam kondisi yang tepat untuk merundingkan perdamaian.
“Trump merasa Presiden Zelensky tidak dalam pola pikir yang tepat untuk menegosiasikan perdamaian,” ujar Leavitt.
Leavitt menegaskan apa yang dilakukan Zelensky di Gedung Putih dinilai menggagalkan kesepakatan AS-Ukraina dan mengacaukan kesepakatan tersebut di Zelensky sendiri.
“Presiden Zelensky berada di Gedung Putih hari ini dan memiliki peluang nyata untuk menandatangani perjanjian ekonomi yang akan sangat bermanfaat bagi rakyat Amerika untuk mendapatkan kembali uang pajak kita, dan sangat bermanfaat bagi rakyat Ukraina untuk membangun kembali negara mereka,” ujar Leavitt.
“Dan sayangnya, Zelensky mengacaukan kesepakatan itu di hadapannya sendiri,” lanjut sang sekretaris pers.
Leavitt juga menegaskan bahwa langkah AS selanjutnya terkait konflik Rusi-Ukraina sepenuhnya ada di tangan Trump.
“Saya serahkan kepada Presiden Trump tentang apa langkah selanjutnya dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, presiden telah menjelaskan posisinya dengan cukup jelas hari ini ketika ia meminta Zelensky dan Ukraina untuk meninggalkan Gedung Putih,” ujar Leavitt.
Akibat dari perselisihan ini, kedua belah pihak gagal menandatangani kesepakatan mineral dan konferensi pers pasca pertemuan dibatalkan.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim