RADAR BOGOR - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menegaskan akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan perang dagang melawan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Mark Carney dalam pidato kemenangannya seusai terpilih sebagai perdana menteri anyar, Senin (10/3).
Mark Carney menggantikan Justin Trudeau setelah Partai Liberal meraih kemenangan mayoritas pada Minggu (9/3).
Mark Carney menyatakan bahwa warga Kanada selalu siap untuk menghadapi tantangan dari pihak luar.
"Kami tidak meminta pertarungan ini. Namun, warga Kanada selalu siap saat ada pihak lain yang menyerah," ujar Mark Carney di hadapan para pendukungnya.
Mantan Bankir Bank Sentral itu menegaskan bahwa Kanada tidak akan pernah menjadi bagian dari Amerika Serikat.
"Jadi orang Amerika Serikat, jangan membuat kesalahan, dalam perdagangan seperti dalam hoki, Kanada akan menang," imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan perdagangan bilateral antara Kanada dan Amerika Serikat.
Hubungan kedua negara ini memanas sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
Dalam ajang pemilu mendatang yang diperkirakan akan dilaksanakan pada Oktober 2025, Carney diprediksi menjadi calon kuat untuk menghadapi Trump.
Survei terbaru menunjukkan bahwa 43 persen warga Kanada lebih mempercayai Carney dalam berhadapan dengan Trump.
Ini dibandingkan dengan kandidat Partai Konservatif Pierre Poilievre, yang hanya memperoleh 34 persen.
Para pemimpin dunia turut memberikan dukungan kepada Carney.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan siap bekerja sama dengan Carney dalam berbagai isu internasional.
Sementara itu, Tiongkok, meskipun memiliki hubungan yang tegang dengan Kanada, berharap Carney dapat mengadopsi kebijakan yang lebih pragmatis terhadap mereka. (lyn/gas)
Editor : Siti Dewi Yanti