RADAR BOGOR - Saat ini, di media Korea Selatan sedang viral seorang nelayan asal Indonesia, Sugianto yang berusia 31 tahun.
Ya, Sugianto dengan berani menyelamatkan puluhan warga yang ada di Desa Gyeongjeong 3-ri, Yeongdeok dari kebakaran hutan di Gyeongbuk, Korea Selatan.
Di kawasan tersebut, mayoritas warganya sudah lanjut usia.
Aksi berani menjadi perhatian berbagai media di Korea Selatan.
Awalnya, Senin (31/3/2024) api muncul di kawasan hutan Uiseong-gun lalu angin kencang membuat si jago merah merembet ke desa pesisir di Yeongdeok.
Nah, Sugianto yang sudah bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan sejak tahun 2017 bergerak cepat membantu menyelamatkan 60 warga Korea Selatan dari api yang terus membesar di Yeongdeok-gun.
Sugianto dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan puluhan warga dari kobaran api.
Saat itu, Sugianto dengan kepala desa, Yoo Myeong-shin lari mengevakuasi warga sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Dengan cepat, Sugianto berlarian dari rumah ke rumah warga yang sedang tidur untuk memberi informasi penduduk bahwa sedang terjadi kebakaran.
Bahkan, Sugianto dengan sekuat tenaga menggendong para lansia serta berlari sepanjang hingga 300 meter.
Tak sampai disitu, Sugianto pulang pergi menggendong warga ke lereng pantai yang letaknya jauh dari kawasan kebakaran.
Sugianto mengaku, sangat senang bisa bekerja di Korea Selatan serta dekat dengan warga sekitar.
Menurut Sugianto, dirinya sudah dihubungi istrinya di Indonesia dan bangga.
Kini, dalam media Korea Selatan dalam pemberitaannya Sugianto dianggap sebagai pahlawan.
Tak hanya itu, sebagai bentuk penghargaan pemerintah Korea Selatan pertimbangkan Sugianto bisa dapat visa penduduk tetap.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding segera memberikan penghargaan kepada Sugianto.
Bahkan, Pemerintah Indonesia akan memberikan penghargaan kepada Sugianto melalui keluarga yang ada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Tak hanya itu, Sugianto dijadikan Duta Pekerja Migran Indonesia dan dibantu mendapatkan visa F-2 sehingga bisa panjang masa tinggalnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim