Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ada Fenomena Langka pada Juli-Agustus 2025, Bumi Akan Mengalami 3 Hari Lebih Pendek, Begini Penjelasan Ilmuwan

Yosep Awaludin • Kamis, 3 Juli 2025 | 09:38 WIB
Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi

RADAR BOGOR—Para ilmuwan mengatakan bahwa Bumi akan bergerak lebih cepat daripada biasanya pada musim panas tahun 2025. Ini berarti bahwa tiga hari di bulan Juli dan Agustus 2025 akan lebih pendek dari biasanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa satu hari di Bumi tidak lagi 24 jam, tetapi sedikit lebih singkat. Tiga hari itu yakni tanggal 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus 2025.

Menurut laporan Popular Mechanics, ketiga hari di Bumi tersebut diperkirakan akan kehilangan waktu sebanyak 1,51 milidetik dari 86.400 detik, atau 24 jam, setiap hari.

Layanan Sistem Rotasi dan Referensi Internasional mempublikasikan temuan ini, menyatakan bahwa peningkatan ini menjadikan ketiga hari tersebut termasuk dalam deretan hari-hari terpendek sejak 2020.

Sebelum ini, 5 Juli 2024 adalah hari terpendek dengan kehilangan waktu sebesar 1,66 milidetik.

Seberapa Cepat Bumi Berputar?

Sampai saat ini, para ilmuwan belum menemukan jawaban pasti untuk fenomena ini. Namun, mereka mengungkapkan bahwa pada tanggal-tanggal tersebut, posisi Bulan yang jauh dari ekuator mungkin berkontribusi pada perubahan kecepatan rotasi Bumi.

Pakar rotasi Bumi dari Universitas Negeri Moskow Leonid Zotov menyatakan bahwa percepatan ini sangat mengejutkan.

"Tidak seorang pun menduga ini. Model samudra dan atmosfer saat ini tidak dapat menjelaskan peningkatan kecepatan rotasi yang signifikan ini," kata Leonid dalam wawancara dengan TimeandDate.com.

Banyak ilmuwan percaya bahwa inti Bumi adalah penyebab utama percepatan ini, bukan faktor luar seperti atmosfer atau pergerakan air laut. Ini menambah kesulitan dalam memprediksi bagaimana planet kita akan berputar di masa depan.

Bagaimana Dunia Terpengaruh oleh Perubahan Waktu

Fenomena ini sangat memengaruhi sistem waktu global, meskipun pengurangan waktu hanya berlangsung dalam milidetik.

Para pencatat waktu resmi sedang mempertimbangkan penerapan "detik kabisat negatif" pada tahun 2029.

Duncan Agnew, ahli geofisika dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, menyatakan, ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia juga mengatakan bahwa meskipun perubahan ini tidak akan fatal, mereka tetap penting karena mempengaruhi sistem pengukuran waktu yang digunakan oleh berbagai teknologi kontemporer.

Rotasi Bumi Seiring Perkembangan Zaman

Sangat penting untuk diingat bahwa hari-hari Bumi tidak selalu berlangsung 24 jam. Misalnya, rotasi harian Bumi hanya berlangsung sekitar 23 jam selama Zaman Perunggu.

Ini menunjukkan bahwa berbagai faktor geofisika dapat mengubah kecepatan rotasi Bumi secara alami seiring waktu.

Sebuah fenomena yang akan mempercepat rotasi Bumi pada musim panas tahun 2025 adalah pengingat bahwa Bumi masih berubah dan para ilmuwan perlu terus mengawasi dan mengubah sistem yang digunakan untuk mengukur waktu. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#fenomena #lebih pendek #bumi