Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

170 Juta Sampah Luar Angkasa Mengintai Bumi, Apa Dampaknya? Yuk Cek Pemaparannya

Ummi Fadhilatul Mukarromah • Rabu, 3 September 2025 | 12:15 WIB
ILUSTRASI : Sampah luar angkasa mengintai bumi
ILUSTRASI : Sampah luar angkasa mengintai bumi

RADAR BOGOR – Ketika manusia semakin bergantung pada satelit untuk komunikasi, cuaca, hingga internet, ada ancaman tersembunyi yang tak disadari yakni sampah luar angkasa.

Keberadaan ribuan satelit tidak aktif yang terus mengorbit bumi menambah volume sampah antariksa yang dapat mengancam keberlangsungan teknologi satelit.

Menurut laporan Federasi Ilmuwan Amerika, lebih dari 3.000 satelit mati masih mengorbit bumi.

Ada sekitar 170 juta sampah luar angkasa yang beterbangan, dari yang sekecil baut hingga sebesar pecahan panel surya.

Semua itu melaju dengan kecepatan tinggi, rata-rata 28 ribu kilometer per jam.

Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele.

Serpihan kecil yang menabrak satelit aktif bisa menyebabkan kerusakan serius dan memicu tabrakan beruntun yang disebut Kessler Syndrome.

Masalah ini bisa mengganggu komunikasi global, sistem navigasi pesawat, hingga layanan internet sehari-hari.

Sejumlah lembaga antariksa dunia kini bergerak mencari solusi.

NASA tengah mengembangkan teknologi untuk menarik satelit mati keluar dari orbit, sementara ESA (European Space Agency) berencana menguji misi robot pembersih sampah luar angkasa pertama di dunia pada dekade ini.

Tak hanya Amerika dan Eropa, Jepang serta India pun ikut ambil bagian.

Kedua negara ini sedang menguji teknologi laser yang diharapkan mampu menyapu sampah antariksa agar tidak lagi mengganggu orbit bumi.

Di era digital saat ini, keberadaan satelit menjadi tulang punggung peradaban modern.

Namun tanpa penanganan serius, orbit bumi bisa berubah menjadi ladang sampah kosmik yang mengganggu masa depan teknologi dan eksplorasi luar angkasa.***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#luar angkasa #sampah #nasa #bumi #satelit