Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Persaingan Makin Sengit, Abu Dhabi Luncurkan K2 Think, Akal Imitasi Penantang OpenAI dan DeepSeek, Cek Keunggulannya

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 11 September 2025 | 03:35 WIB
K2 Think jadi pesaing OpenAI dan DeepSeek.
K2 Think jadi pesaing OpenAI dan DeepSeek.

RADAR BOGOR – Persaingan kecerdasan buatan (AI) di kancah global makin sengit.

Abu Dhabi hadir sebagai penantang baru.

Melalui Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI), mereka meluncurkan AI hemat biaya bernama K2 Think.

Teknologi tersebut digadang-gadang mampu menyaingi sistem besutan OpenAI dan DeepSeek.

K2 Think dikembangkan MBZUAI bersama G42, perusahaan AI asal Uni Emirat Arab (UEA) yang didukung raksasa teknologi AS, Microsoft.

Dengan hanya 32 miliar parameter, K2 Think jauh lebih kecil daripada DeepSeek model R1 yang memiliki 671 miliar parameter.

Meski begitu, para penelitinya menegaskan bahwa performa K2 Think setara dengan model unggulan OpenAI maupun DeepSeek.

’’Yang kami temukan, dengan sumber daya yang lebih sedikit pun, Anda tetap bisa melakukan jauh lebih banyak,’’ ujar Managing Director MBZUAI Richard Morton.

Direktur Institute of Foundation Models MBZUAI Hector Liu menambahkan, performa tinggi K2 Think tercapai lewat kombinasi metode seperti chain-of-thought supervised fine-tuning (teknik melatih AI berpikir selangkah demi selangkah) serta test-time scaling (menambah daya komputasi saat model menghadapi data baru).

’’Yang membuat model kami istimewa adalah cara kami memperlakukannya sebagai sebuah sistem, bukan sekadar model,’’ tegasnya.

Geopolitik

Namun, ambisi UEA membangun kekuatan AI tidak lepas dari konteks geopolitik.

AS dan Tiongkok masih menjadi dua pemain dominan dalam perlombaan AI.

Kejutan DeepSeek dengan model R1 awal tahun lalu telah memperkuat posisi Tiongkok, sedangkan OpenAI tetap menjadi pionir dalam model dasar AI global.

Di sisi lain, UEA berusaha memperluas pengaruh melalui G42.

Meski demikian, hubungan erat perusahaan tersebut dengan Microsoft sempat menuai sorotan di Washington karena keterkaitannya dengan Tiongkok.

Namun, Morton menegaskan, fokus K2 Think tidak ditujukan untuk membuat chatbot seperti ChatGPT.

Sebaliknya, model itu diarahkan untuk mendukung bidang ilmu pengetahuan dan matematika. (din/dri)

Keunggulan K2 Think

1. Ukuran Kompak

Hanya memiliki 32 miliar parameter yang membuatnya jauh lebih kecil daripada model kompetitor seperti GPT-OSS (120 miliar parameter) atau DeepSeek v3.1.

2. Kecepatan Inferensi Luar Biasa

Dioptimalkan untuk hardware Cerebras Wafer-Scale Engine, kecepatan K2 Think mencapai 2.000 token per detik dengan teknik speculative decoding.

Membuatnya ideal untuk aplikasi interaktif seperti pemecahan masalah real-time.

3. Akurasi Tinggi

Menggunakan inovasi seperti long chain-of-thought supervised fine-tuning (SFT), reinforcement learning with verifiable rewards (RLVR), agentic planning (perencanaan sebelum berpikir), dan test-time scaling untuk meningkatkan kedalaman logika dan adaptasi.

Sumber: Disarikan dari berita

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ai #K2 Think #DeepSeek #openai #MBZUAI #microsoft