Gen Z Nepal yang menjadi motor demonstran memiliki kandidat pengganti sebagai pemimpin sementara.
15 perwakilan gen Z telah bertemu dengan pejabat militer di Pangkalan Militer Bhadrakali.
Mereka mengusulkan beberapa nama untuk kepemimpinan sipil transisi.
Karki Kandidat Terkuat
Kandidat terkuat adalah mantan ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki.
Perempuan berusia 73 tahun muncul sebagai calon kuat untuk memimpin pemerintahan sementara karena reputasi antikorupsi.
Para demonstran gen Z yang geram dengan korupsi dan nepotisme melihat Sushila Karki sebagai figur ”bersih” yang bisa memulihkan kepercayaan publik.
Antikorupsi dan Zero Tolerance
Sushila Karki juga memiliki pengalaman panjang di bidang hukum sejak lulus dari Tribhuvan University pada 1978.
Dia pernah ditunjuk sebagai hakim tetap Mahkamah Agung pada 2010 dan bertindak sebagai ketua sementara sebelum menjabat penuh.
Selama masa jabatannya, dia memimpin putusan-putusan berani, seperti menjatuhkan hukuman penjara terhadap menteri yang terlibat korupsi dan membatalkan undang-undang kontroversial yang dianggap menguntungkan elite politik.
Mampu Tangani Masa Transisi
Pengalamannya mencakup reformasi hukum, seperti memperluas hak perempuan untuk mewariskan kewarganegaraan kepada anak-anaknya, sebuah putusan landmark yang sebelumnya hanya diberikan kepada pria.
Di tengah kekacauan saat ini (setidaknya 34 orang meninggal dalam kerusuhan), Karki dianggap mampu menangani transisi konstitusional.
Militer Ajukan Pengusaha
Namun, perundingan antara gen Z dan pihak militer menemui jalan buntu.
Sebab pihak militer juga memiliki usulan dan berbeda dari gen Z.
Militer mengajukan aktivis sayap kanan sekaligus pengusaha, Durga Prasai.
Di sisi lain, militer memperpanjang pemantauan ketat di wilayah rentan konflik seperti tiga distrik di Lembah Kathmandu (Pithoragarh, Champawat, dan Udham Singh Nagar).
Pergerakan publik hanya diizinkan untuk waktu tertentu. (lyn/dns)
Kenapa Karki Jadi Pilihan Gen Z?
- Reputasi anti-korupsi
- Netralitas politik dan bebas dari afiliasi partai
- Pengalaman hukum dan kepemimpinan yang terbukti
- Dukungan luas dari demonstran dan masyarakat
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim