Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dikabarkan Hindari Pajak Miliarder California, Larry Page Pindahkan Bisnis dan Aset ke Delaware, Florida dan Texas

Siti Dewi Yanti • Kamis, 8 Januari 2026 | 00:01 WIB
Salah satu pendiri Google, Larry Page.
Salah satu pendiri Google, Larry Page.

RADAR BOGOR - Larry Page, salah satu pendiri Google, memutuskan memindahkan sebagian besar bisnis dan aset yang sebelumnya berbasis di California ke Delaware, Florida, dan Texas.

Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya potensi penerapan kebijakan pajak baru yang menargetkan para miliarder California, yang dinilai dapat memengaruhi pengelolaan aset dan strategi investasi jangka panjang.

Seorang sumber dekat Page mengungkapkan, tokoh teknologi yang kini menjadi orang terkaya kedua di dunia setelah Elon Musk itu sudah tidak lagi menetap di California, meski belum diketahui apakah perpindahan tersebut akan bersifat permanen.

Perpindahan Bisnis ke Beberapa Negara Bagian

Dokumen resmi yang ditinjau Business Insider menunjukkan bahwa perubahan struktur bisnis Page dilakukan menjelang batas waktu akhir tahun 2025.

Kantor keluarga Page, Koop, telah dipindahkan dari California dan kini beroperasi di Delaware.

Tidak hanya itu, Flu Lab LLC lembaga yang mendukung riset influenza serta One Aero, yang bergerak dalam pengembangan teknologi penerbangan masa depan, juga dialihkan. Flu Lab kini beralamat di Nevada, sementara One Aero berpindah ke Florida.

Adapun Dynatomics LLC, perusahaan rintisan yang mengembangkan solusi AI untuk manufaktur pesawat, direlokasi ke Texas.

Dampak bagi Negara Bagian California

Para analis memandang langkah Page sebagai bentuk respons terhadap proposal pajak kekayaan di California.

Kebijakan tersebut mengusulkan pungutan satu kali sebesar 5 persen atas total aset bagi penduduk yang memiliki kekayaan bersih di atas 1 miliar dolar AS.

Usulan ini dinilai dapat memicu keluarnya modal besar-besaran dari negara bagian.

Kekhawatiran serupa disuarakan kalangan modal ventura.

Investor teknologi Vinod Khosla melalui unggahannya di platform X memperingatkan, kebijakan itu berpotensi membuat California kehilangan pembayar pajak terpentingnya.

Ia menilai langkah tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar serta melemahkan ekosistem inovasi.

Penolakan dari Pejabat Publik

Penentangan juga datang dari pejabat daerah.

Wali Kota San Jose, Matt Mahan, menilai kebijakan itu merupakan rencana politik yang justru akan menghambat ekonomi inovasi di California.

Sementara itu, pengacara selebritas Alex Spiro melalui surat resmi kepada Gubernur Gavin Newsom menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan menggerus daya saing negara bagian. (din/dns)

TENTANG 2026 BILLIONAIRE TAX ACT

Pajak kekayaan satu kali sebesar 5 persen terhadap aset di atas USD 1 miliar (sekitar Rp 16,78 triliun) yang diberlakukan di California.

Berlaku Mulai 1 Januari 2026.

Individu yang tercatat sebagai penduduk California pada tanggal tersebut tetap dapat dikenai pajak, meskipun setelahnya memindahkan domisili atau aset ke luar negara bagian.

Miliarder yang Merespons dengan Pindah
Peter Thiel, Larry Page, dan Palmer Luckey.

Dampak Miliarder Pindah
Studi IRS menunjukkan California telah kehilangan setidaknya USD 300 juta (Rp 5 triliun).

Angka tersebut belum termasuk potensi hilangnya lapangan kerja, perlambatan ekonomi, dan menurunnya daya tarik sebagai pusat entrepreneurship.

Editor : Siti Dewi Yanti
#miliarder #california #google #Larry Page