RADAR BOGOR - Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan, krisis iklim, dan ketegangan geopolitik dunia, pendiri Oracle, Larry Ellison justru menaruh perhatian pada persoalan yang jarang disorot yakni bagaimana manusia bisa hidup lebih lama dan tetap produktif hingga usia lanjut.
Miliarder teknologi tersebut mendorong riset biologi generatif melalui institut penelitiannya di Oxford.
Langkah itu didorong oleh pandangan filosofis Larry Ellison yang melihat kematian bukan sebagai keniscayaan mutlak, melainkan tantangan biologis yang berpotensi direkayasa lewat pendekatan ilmiah.
Peran Usia 50 Tahun ke Atas di Masa Depan
Andrew Scott, profesor ekonomi sekaligus pakar umur panjang di lembaga riset Ellison, menilai isu penuaan menjadi krusial bagi pertumbuhan ekonomi global.
Ia memaparkan, anak yang lahir pada masa kini memiliki peluang besar untuk hidup hingga usia 90 tahun.
Scott juga menjelaskan bahwa hampir seluruh pertumbuhan lapangan pekerjaan di masa depan diperkirakan berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun.
Jika laju penurunan partisipasi kerja akibat penuaan bisa ditekan hingga setengahnya, perekonomian global berpotensi memperoleh dorongan sekitar 4 persen terhadap produk domestik bruto, sebuah angka yang menurutnya setara dengan bonus besar bagi pertumbuhan.
Pergeseran Demografi Dunia
Taruhan Ellison dianggap relevan seiring perubahan struktur penduduk global yang berlangsung cepat.
Di Uni Eropa, lebih dari 20 persen populasi saat ini berusia 65 tahun ke atas.
Di Amerika Serikat, sekitar satu dari enam penduduk berada pada kelompok usia tersebut, dengan proyeksi jumlahnya menembus 80 juta orang pada 2050.
Pada saat bersamaan, tingkat kelahiran di Eropa terus merosot dan pada 2023 tercatat hanya 1,38 kelahiran per perempuan, jauh di bawah ambang 2,1 yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan populasi tanpa dukungan migrasi.
Profesor Columbia Business School, Rita McGrath turut menyoroti, perubahan demografi bukan sekadar persoalan sosial, melainkan telah menjadi titik balik strategis bagi ekonomi dunia.
Ia menggambarkan, banyak orang merasakan dunia berubah secara tiba-tiba, padahal prosesnya berlangsung perlahan sebelum dampaknya benar-benar terasa nyata. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti