RADAR BOGOR - Unit kendaraan otonom Google, Waymo, kembali menjadi sorotan setelah mengamankan pendanaan jumbo senilai USD 16 miliar atau sekitar Rp268 triliun.
Modal segar tersebut akan digunakan untuk memperluas layanan robotaksi ke pasar internasional sekaligus memperkokoh posisi perusahaan di tengah persaingan industri mobil tanpa pengemudi.
Pendanaan ini dipimpin oleh Alphabet Inc. sebagai induk Google, bersama sejumlah investor besar seperti Dragoneer Investment Group, DST Global, Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, serta Mubadala Capital.
Dikabarkan, investasi anyar itu bukan hanya meningkatkan valuasi Waymo hingga sekitar USD 126 miliar atau setara Rp2.114 triliun.
Dana tersebut juga menjadi fondasi ambisi perusahaan untuk menghadirkan layanan robotaksi di lebih dari 20 kota besar dunia, termasuk London dan Tokyo.
Manajemen Waymo melalui blog resminya menyampaikan, tambahan modal itu akan memungkinkan perusahaan bergerak lebih agresif dalam ekspansi, sembari tetap menjaga standar keselamatan tertinggi di industri kendaraan otonom.
Langkah ini menandai perubahan besar Waymo dari sekadar proyek eksperimental berisiko tinggi di lingkungan Google menjadi pemain komersial utama di sektor mobil tanpa sopir.
Setelah hampir dua dekade beroperasi, layanan robotaksi Waymo kini telah melayani lebih dari 400 ribu perjalanan setiap pekan di enam kawasan metropolitan utama Amerika Serikat.
Dengan dukungan dana terbaru, perusahaan bersiap mempercepat penetrasi pasar globalnya.
Strategi agresif Google lewat Waymo juga dinilai sebagai jawaban atas ketatnya kompetisi di segmen kendaraan otonom, terutama dari Tesla milik Elon Musk serta Zoox yang berada di bawah naungan Amazon, yang sama-sama mengembangkan layanan robotaksi. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti